Perusahaan Energi Baru Terbarukan PT TGRA Garap 10 Proyek PLTA

Senin, 25 November 2019 - 09:17 WIB
Perusahaan Energi Baru...
Perusahaan Energi Baru Terbarukan PT TGRA Garap 10 Proyek PLTA
A A A
JAKARTA - Perusahaan energi baru terbarukan, PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA), tengah mengerjakan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2020-2025.

“Saat ini perseroan memiliki 10 proyek terdiri dari PLTA dan PLTMH yang berbasis di Indonesia. Proyek ini terdiri dari dua proyek PLTA dan delapan proyek PLTMH. Proyek-proyek tersebut berada di Aceh dan Sumatera Utara. PLTA Teunom 2 berkapasitas 240 megawatt (MW) dan PLTA Teunom 3 dengan kapasitas 135 MW. Keduanya berlokasi di Aceh,” ujar Direktur TGRA Molin Duwanno dalam rilisnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya kinerja perseroan ke depan akan terus meningkat. Harapan ini seiring pembangunan proyek Independent Power Producer (IPP). Adapun proyek pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) yang berlokasi di Sumatera Utara adalah Sisira dengan kapasitas 9,8 MW, Batang Toru 3 berkapasitas 10 MW, Batang Toru 4 berkapasitas 10 MW, Raisan Naga Timbul berkapasitas 7 MW, Raisan Huta Dolok berkapasitas 7 MW, Batang Toru Simasom berkapasitas 5,6 MW, Batang Toru Simataniari berkapasitas 5,6 MW, dan Simbelin 2 berkapasitas 7 MW.

Proyek Mini Hydro PLTMH Batang Toru 3 berkapasitas 10 MW akan beroperasi pada 2021. PLTMH Sisira dengan kapasitas 9,8 MW akan beroperasi pada 2021. Perseroan juga memiliki proyek solar Mobilong di Australia Selatan dengan kapasitas 5 MW dimulai konstruksi pada awal 2019 dan sudah beroperasi penuh pada 12 Juli 2019. TGRA juga memiliki empat proyek di Australia Selatan dengan kapasitas masing-masing 5 MW yang ditargetkan akan beroperasi pada 2020.

Direktur Keuangan TGRA Kho Sawilek menambahkan, perseroan membukukan laba usaha Rp1,089 miliar per September 2019 atau meningkat 154,05% dari Rp428,66 juta per September 2018. Peningkatan laba usaha ini seiring penurunan beban pokok penjualan sebesar 46,12% dari Rp21,089 miliar menjadi Rp11,363 miliar.

Hal ini mendorong laba kotor perseroan tumbuh 17,96% dari Rp7,704 miliar menjadi Rp9,088 miliar. Sementara itu, aset perseroan naik 19,19% dari Rp470,82 miliar per Desember 2018 menjadi Rp561,21 miliar per September 2019. “Peningkatan laba usaha ini terjadi di tengah pencapaian pendapatan usaha perseroan sebesar Rp20,451 miliar per September 2019,” kata dia.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Punya Potensi...
Indonesia Punya Potensi PLTA Pumped Storage Berlimpah
Hingga Juni, Kapasitas...
Hingga Juni, Kapasitas Pembangkit Berbasis Hidro PLN Capai 142,8 MW
Bangun PLTA di Sumbar,...
Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Kucuran Dana 1,2 Juta Euro dari Prancis
Siap Beroperasi, PLTA...
Siap Beroperasi, PLTA Malea Perkuat Listrik Sulawesi Selatan
Pertamina NRE-RusHydro...
Pertamina NRE-RusHydro Jajaki Pengembangan PLTA di Indonesia
PLN Targetkan PLTA Asahan...
PLN Targetkan PLTA Asahan 3 Sumut Beroperasi Maret 2024
Berita Terkini
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
49 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
1 jam yang lalu
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
1 jam yang lalu
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
2 jam yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
3 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved