IHSG Awal Pekan Berakhir Memerah Saat Bursa Hong Kong Melompat
Senin, 25 November 2019 - 16:50 WIB
IHSG Awal Pekan Berakhir Memerah Saat Bursa Hong Kong Melompat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Senin (25/11/2019) ditutup memerah untuk terus melanjutkan tren negatif pada pekan sebelumnya. Hingga sesi akhir, IHSG jatuh ke level 6.070,76 usai kehilangan -29,48 poin atau -0,48%.
Sebelumnya pada awal perdagangan, pelemahan sudah terlihat pada bursa saham Tanah Air dengan penurunan 12,640 poin atau 0,207% menjadi 6.087,60. Raihan pagi tadi lebih rendah dari sebelumnya 6.100,24 pada sesi penutupan Jumat (22/11), lalu.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,32 triliun dengan 11,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp324,10 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,40 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,08 triliun. Tercatat sebesar 183 saham menguat, 239 melemah dan 186 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) naik Rp520 menjadi Rp4.500, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) bertambah Rp375 menjadi Rp1.125 dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) melonjak Rp125 ke posisi Rp5.150.
Sementara, saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp1.075 menjadi Rp52.175, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok Rp2.775 menjadi Rp13.025 serta PT. Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) lebih rendah Rp1.650 menjadi Rp6.650.
Di sisi lain pasar saham wilayah Asia pada perdagangan hari, Senin berakhir lebih tinggi saat investor bereaksi terhadap pemilu dewan distrik Hong Kong ketika masih dibayangi kerusuhan. Indeks Hang Seng, Hong Kong memimpin penguatan dengan menghasilkan keuntungan paling besar di antara pasar saham utama lainnya.
Hingga akhir sesi, Hang Seng melonjak 1,5% hingga ditutup melompat tinggi ke level 26.993,04 dengan saham asuransi jiwa AIA melonjak 3,62%. Sementara pada daratan China, terlihat pergerakan saham melaju mixed alias variatif.
Komposit Shanghai menanjak naik 0,72% menjadi 2.906,17 untuk mengiringi Komposit Shenzhen yang menyusut 0,439% untuk bertengger pada posisi 1.600,45. Di tempat lain, indeks Nikkei Jepang melesat 0,78% untuk mengakhiri sesi awal pekan di level 23.292,81.
Saham kelas berat seperti Fast Retailing, SoftBank Group dan FANUC masih menjadi penopang dimana semuanya mencetak keuntungan. Indeks Topix juga mendapatkan tambahan 0,69% hingga ditutup pada level 1.702,96.
Tren peningkatan juga terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan usai meningkat 21.54 poin atau setara 1.02% menjadi 2.123,50. Selanjutnya bursa saham patokan Australia juga menghijau usai ASX memperoleh dorongan 0,32% ke posisi 6.731,40. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang mencetak 0,69% lebih tinggi.
Sebelumnya pada awal perdagangan, pelemahan sudah terlihat pada bursa saham Tanah Air dengan penurunan 12,640 poin atau 0,207% menjadi 6.087,60. Raihan pagi tadi lebih rendah dari sebelumnya 6.100,24 pada sesi penutupan Jumat (22/11), lalu.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,32 triliun dengan 11,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp324,10 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,40 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,08 triliun. Tercatat sebesar 183 saham menguat, 239 melemah dan 186 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) naik Rp520 menjadi Rp4.500, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) bertambah Rp375 menjadi Rp1.125 dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) melonjak Rp125 ke posisi Rp5.150.
Sementara, saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp1.075 menjadi Rp52.175, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok Rp2.775 menjadi Rp13.025 serta PT. Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) lebih rendah Rp1.650 menjadi Rp6.650.
Di sisi lain pasar saham wilayah Asia pada perdagangan hari, Senin berakhir lebih tinggi saat investor bereaksi terhadap pemilu dewan distrik Hong Kong ketika masih dibayangi kerusuhan. Indeks Hang Seng, Hong Kong memimpin penguatan dengan menghasilkan keuntungan paling besar di antara pasar saham utama lainnya.
Hingga akhir sesi, Hang Seng melonjak 1,5% hingga ditutup melompat tinggi ke level 26.993,04 dengan saham asuransi jiwa AIA melonjak 3,62%. Sementara pada daratan China, terlihat pergerakan saham melaju mixed alias variatif.
Komposit Shanghai menanjak naik 0,72% menjadi 2.906,17 untuk mengiringi Komposit Shenzhen yang menyusut 0,439% untuk bertengger pada posisi 1.600,45. Di tempat lain, indeks Nikkei Jepang melesat 0,78% untuk mengakhiri sesi awal pekan di level 23.292,81.
Saham kelas berat seperti Fast Retailing, SoftBank Group dan FANUC masih menjadi penopang dimana semuanya mencetak keuntungan. Indeks Topix juga mendapatkan tambahan 0,69% hingga ditutup pada level 1.702,96.
Tren peningkatan juga terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan usai meningkat 21.54 poin atau setara 1.02% menjadi 2.123,50. Selanjutnya bursa saham patokan Australia juga menghijau usai ASX memperoleh dorongan 0,32% ke posisi 6.731,40. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang mencetak 0,69% lebih tinggi.
(akr)
Lihat Juga :