Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Arifin Tasrif: Biayanya Tinggi

Rabu, 27 November 2019 - 22:05 WIB
Kembangkan Pembangkit...
Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Arifin Tasrif: Biayanya Tinggi
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Namun menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, ada beberapa syarat komersial mengingat biaya pembangunan yang sangat tinggi.

"Kita belajar dari Jepang, tingginya biaya pengembangan pembangkit listrik bisa berdampak ke harga jual bagi masyarakat. Oleh karena itu perlu ada solusi kongkrit untuk mengatasi masalah tersebut jika memang mau kembangkan energi nuklir," ujar Menteri Arifin Tasrif di Komplek DPR-RI, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Sayangnya pengembangan PLTN masih terkendala harga masih tinggi, serta pekerjaan lainnya yang tidak akan mudah seperti masalah sosialisasi keamanan penggunaan nuklir. Apalagi gambaran dari nuklir di mata masyarakat Indonesia masih sangat berisiko tinggi dari sisi keamanan.

"PLTN kita sepakat, tapi cost nya, biaya listrik (kalau pakai PLTN) bisa sampai USD30-40 sen per kwh. Itu kalau pakai PLTN, kami dapatkan datanya dr Jepang," terang dia.

Selain komersial dan keamanan, beberapa lembaga terkait juga harus bisa memastikan ketersediaan bahan bakunya sendiri. Apalagi saat ini sumber bahan baku PLTN di Indonesia masih belum signifikan. "Kita juga ada punya sumber PLTN, tapi belum signifikan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tersisa 2 Syarat, RI...
Tersisa 2 Syarat, RI Bisa Punya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di 2049
5 Negara Berminat Bangun...
5 Negara Berminat Bangun PLTN di Indonesia, Tenaga Nuklir RI Dilirik Rusia hingga Kanada
Pembangkit Listrik Tenaga...
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia Masuk Tahap Harmonisasi, Target Beroperasi 2032
RI Penjajakan Bangun...
RI Penjajakan Bangun PLTN, Menteri Arifin Sebut Nuklir Tak Lagi Menyeramkan
Buka Pintu Buat Energi...
Buka Pintu Buat Energi Nuklir Masuk RI, Pemerintah dan DPR Belum Sepakat di RUU EBET
Pembangkit Listrik Tenaga...
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di RI Bakal Dibangun Perusahaan AS, Sudah Sejauh Mana?
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
4 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
4 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
4 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
5 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
6 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
6 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved