Tingkatkan Produksi Minyak, Kontraktor Besar Diminta Terapkan EOR

Selasa, 03 Desember 2019 - 13:06 WIB
Tingkatkan Produksi...
Tingkatkan Produksi Minyak, Kontraktor Besar Diminta Terapkan EOR
A A A
JAKARTA - Pemerintah mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) meningkatkan produksi minyak dengan menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Berdasarkan laporan, terdapat potensi 1,6 juta miliar barel cadangan minyak yang bisa diproduksi dengan melakukan injeksi sumur.

"Masih ada cadangan 1,6 miliar barel yang bisa dilakukan EOR. Untuk itu, saya minta kepada mereka segera membuat rencana bagaimana menggunakan EOR," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Menurut dia apabila teknologi EOR tersebut dilakukan per sumur di seluruh lapangan, maka diyakini mampu mendongkrak produksi. Pihaknya telah meminta kepada KKKS besar seperti PT Pertamina (Persero), PT Chevron Pacific Indonesia, Exxonmobil, ConocoPhillips, Repsol, BP dan PT Total E&P Indonesie untuk mengidentifikasi sumur-sumur pada lapangan mana saja yang bisa segera diimplementasikan teknologi EOR.

"Jadi kami minta mereka melakukan identifikasi sumur-sumur yang bisa dilakukan EOR. Kalau itu nanti dikumpulkan per sumur itu masih ada cadangan 1,6 miliar barel," ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, potensi per sumur minyak tersebut dapat diproduksikan mencapai 100.000-200.000 barel apabila diinjeksi melalui teknologi EOR. Menurut dia apabila produksi per sumur di seluruh lapangan minyak tersebut dikumpulkan diharapkan mampu meningkatkan lifting minyak mencapai 1,6 miliar barel.

"Arahan dari Pak Menteri (Luhut) itu per sumur di lapangan mana saja. Mereka diminta untuk mendata lapangan mana saja yang bisa diterapkan dan kendalanya apa saja nanti dilaporkan lagi akhir Desember," terang Djoko.

Dia mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah lapangan migas yang berpotensi diterapkan teknologi EOR yakni di Blok Rokan, Blok Rimau dan Lapangan Zulu ONWJ. "Itu yang besar kan Blok Rokan, Zulu PHE ONWJ dan Blok Rimau," ujarnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukung Capaian Target...
Dukung Capaian Target Produksi Migas, Pertamina Terapkan Beragam Inovasi
Elnusa Petrofin-SNF...
Elnusa Petrofin-SNF SAS Teken Kerja Sama Proyek C-EOR
NESR Kerek Produksi...
NESR Kerek Produksi Minyak dan Tekan Emisi CO2 di Jatibarang dan Sukowati
PHE Siapkan Metode EOR...
PHE Siapkan Metode EOR Genjot Produksi Minyak di Lapangan Tua
Mencari Cara Mendongkrak...
Mencari Cara Mendongkrak Produksi Migas Nasional, Bisakah EOR Jadi Andalan?
China Tambah Impor CPO...
China Tambah Impor CPO 1 Juta Ton, Luhut: Terima Kasih Atas Dukungan Xi Jinping
Berita Terkini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
5 menit yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
20 menit yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
2 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
3 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved