Mentan Syahrul: Tahun Depan Kita Siap Ekspor Beras

Kamis, 05 Desember 2019 - 11:31 WIB
Mentan Syahrul: Tahun...
Mentan Syahrul: Tahun Depan Kita Siap Ekspor Beras
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, selain diminta memastikan terpenuhinya kebutuhan di dalam negeri, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan Kementerian Pertanian (Kementan) agar melakukan ekspor beras ke sejumlah negara. Hal itu diungkapkan Jokowi dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu.

"Ada perintah dari Presiden bahwa saya diminta untuk persiapkan ekspor beras sehingga Indonesia ini tidak hanya melihat impor. Tahun ini dipersiapkan beras premium (untuk ekspor). Insya Allah, per Januari akan dilakukan persiapan," kata Mentan Syahrul di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Menurut Syahrul, beras yang akan diekspor rencananya berjumlah 100.000 sampai 500.000 ton. Persiapan yang dilakukan Kementan meliputi persiapan bibit, irigasi dan lahan. Di samping itu, ada juga persiapan diplomasi dagang yang menjadi bagian penting pada proses ekspor. Ia optimistis proses ini bisa dilakukan pada awal Maret 2020.

"Dalam pikiran saya, semua negara akan dijajaki dulu. Yang jelas, kita harus bisa bersaing dengan beras-beras yang ada dari negara lain. Walaupun sampai sejauh ini belum ada komunikasi yang lebih teknis dengan negara tujuan ekspor. Saya mohon waktu," katanya.

Untuk itu, Syahrul memastikan pemerintah akan menyesuaikan regulasi ongkos produksi dengan penyesuaian logistik dan distributor. Dalam hal ini, dia berharap pengusaha swasta dapat mengambil peranan pada peningkatan nilai ekspor beras.

"Ya kalau bisa pengusaha kenapa mesti pemerintah. Siapa pun menurut saya, mau BUMN atau siapa saja yang penting kita ekspor," tandasnya.

Di bagian lain, menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2020, Kementan memastikan kebutuhan beras nasional dalam kondisi aman. Kepastian ini didukung dengan angka cadangan beras saat ini yang mencapai 4.776.000 ton.

"Jadi kebutuhan Natal dan Tahun Baru saya pastikan aman. Kami juga sudah mengantisipasi dan melakukan validasi data dari kesiapan-kesiapan panen," ujar Syahrul.

Syahrul mengatakan, kebutuhan beras juga akan terjamin karena secara perlahan panen raya akan berlangsung pada akhir Desember tahun ini hingga memasuki masa puncak pada April 2020. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki stok beras yang baru.

"Apalagi pada Januari nanti, kami prediksi akan terjadi stok beras baru sebanyak 16.000 ton. Lalu pada bulan Februari sebanyak 576.000 ton dan puncak panen raya pada bulan Maret menuju April, kurang lebih mencapai 4.255.000 ton," katanya.

Meski demikian, kata Syahrul, Indonesia sempat memiliki kekurangan beras sebanyak 1.241.000 ton pada periode November 2019. Kekurangan ini disimpulkan dari data produksi beras yang hanya 1.233.000 ton. Sedangkan perkiraan kebutuhan beras mencapai 2.474.000 ton. "Tapi, kita masih punya cadangan sebanyak yang saya sebutkan tadi," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cadangan Beras Surplus,...
Cadangan Beras Surplus, Kementan: Sejak 2019 Tak Ada Impor
Panen di Blitar, Mentan...
Panen di Blitar, Mentan Pastikan Stok Beras Aman Sampai Akhir Tahun
Diguyur Anggaran Rp5,8...
Diguyur Anggaran Rp5,8 Triliun, Produksi Beras 2024 Dipatok 32 Juta Ton
Stok Cadangan Beras...
Stok Cadangan Beras Pemerintah Tembus 3,7 Juta Ton, Indonesia Terdepan di ASEAN dalam Produksi Beras
Produksi Beras Nasional...
Produksi Beras Nasional Dijamin Aman, Bakal Ada Tambahan 6 Juta Ton
Bupati Sragen Apresiasi...
Bupati Sragen Apresiasi Presiden Jokowi dan Kerja Cerdas Menteri SYL
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
1 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
2 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
2 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved