Harley Ilegal di Pesawat Garuda, Menkeu: Ada yang Pasang Badan

Kamis, 05 Desember 2019 - 17:27 WIB
Harley Ilegal di Pesawat...
Harley Ilegal di Pesawat Garuda, Menkeu: Ada yang Pasang Badan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa ada pihak yang memasang badan terkait penyelundupan Harley Davidson ilegal menggunakan pesawat baru Garuda Indonesia.

Dugaan pun mengarah kepada SAW dan LS yang merupakan penumpang dari pesawat GA9721 tipe Airbus A330-900 seri Neo tersebut. Keduanya diketahui tidak menyerahkan customs declaration dan tidak memberitahukan secara lisan kepada petugas Bea Cukai atas barang tersebut.

"Nampaknya yang bersangkutan SAW pasang badan, dan pasal 103 Kepabeanan menyebutkan mereka yang memberikan keterangan lisan dan tulis tidak benar untuk pemenuhan kewajiban kepabenanan, akan dikenakan konsekuensi," ujar Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (6/12/2019). (Baca Juga: Selain Dipecat dari Garuda, Ari Askhara Terancam Dipidanakan )

Bea Cukai hingga kini masih terus melakukan penyelidikan terhadap dua penumpang pesawat berinisial SAW dan LS tersebut. SAW adalah nama yang tertera pada claimtag 15 koli yang berisi sparepart motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai. Sedangkan LS adalah nama yang tertera pada claimtag 3 koli yang berisi 2 unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesoris sepeda.

Berdasarkan informasi yang telah disampaikan sebelumnya, Bea Cukai telah melakukan pemeriksaan sarana pengangkut/plane zoeking terhadap pesawat Garuda Indonesia yang datang dari pabrik Airbus di Perancis pada hari Minggu, 17 November 2019.

Kedatangan pesawat tersebut diberitahukan oleh pihak Garuda Indonesia, dengan nomor flight GA9721 tipe Airbus A330-900 seri Neo. Pesawat tersebut mengangkut 10 orang kru sesuai dokumen general declaration: crew list dan 22 orang penumpang sesuai dokumen passenger manifest yaitu IGNA, IGARDD, IJ, ER, RA, MI, RBS, HA, WT, DSRW, LSB, STPN, SAW, NWP, MFR, MHH, S, MET, JPU, JS, ABL, dan LJYG.

Pendaratan pesawat tersebut dilakukan di hanggar PT GMF sesuai permohonan izin yang disampaikan pihak PT Garuda Indonesia kepada Bea Cukai Soekarno Hatta. Pendaratan di hanggar PT GMF dilakukan khusus untuk keperluan seremoni dikarenakan pesawat tersebut bertipe baru dan belum pernah dimiliki atau dioperasikan oleh PT Garuda Indonesia sebelumnya.

Dalam permohonan izin yang disampaikan, PT Garuda Indonesia juga meminta kepada Bea Cukai untuk melakukan proses kegiatan pemeriksaan kepabeanan pada saat pesawat tiba.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Bubarkan...
Sri Mulyani Bubarkan Klub Moge Ditjen Pajak, Motor Harley Davidson Bekas Kini Bertebaran Serentak di Toko Online
Hogers Indonesia Siap...
Hogers Indonesia Siap Gelar Drag Race Harley-Davidson
Mantan Dirut Garuda...
Mantan Dirut Garuda Tersangka Kasus Penyelundupan Harley dan Brompton
Harley-Davidson Bercorak...
Harley-Davidson Bercorak Batik Tebar Pesona di MBE 2023
650 Bikers Harley-Davidson...
650 Bikers Harley-Davidson Antusias Berlaga di Ajang Drag Race
Motor Listrik HD Akan...
Motor Listrik HD Akan Kawal KTT COP26 di Skotlandia, Ini Kelebihannya
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Longsor ke Level 5.941, Transaksi Tembus Rp25,1 Triliun
8 menit yang lalu
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
49 menit yang lalu
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
1 jam yang lalu
Cashback Rp300.000,...
Cashback Rp300.000, Transaksi Harian Makin Untung Menggunakan Kartu Kredit MNC Bank
2 jam yang lalu
Melebarkan Sayap Internasional,...
Melebarkan Sayap Internasional, Pegadaian Cetak Kinerja Positif di Timor Leste
2 jam yang lalu
Saham NPGF Melonjak...
Saham NPGF Melonjak 137%, Rumor Akuisisi Picu Optimisme
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved