BI Catat Turis Timor Leste Dominasi Kunjungan Wisata ke NTT
Selasa, 10 Desember 2019 - 06:02 WIB
BI Catat Turis Timor Leste Dominasi Kunjungan Wisata ke NTT
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus mendorong pengembangan destinasi pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan pendekatan kepada aspek 5A (attraction, activity, accessibility, accommodation, amenity) dan 2P (people, promotion).
Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT Rut W. Eka Trisilowati mengatakan, pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) menuju Provinsi NTT adalah melalui pintu masuk Atambua di Kabupaten Belu. Berdasarkan asal negaranya, turis yang masuk ke Provinsi NTT didominasi oleh wisman asal Timor Leste.
"Jadi untuk wisman paling banyak itu dari Timor Leste sebesar 97,3% (70.658 orang). Sedangkan Eropa hanya 725, lalu di peringkat ketiga ada turis asal Australia sebanyak 218 dan Filipina memcapai 145 orang," ujarnya di Labuan Bajo, NTT, Senin (9/12/2019).
Dia melanjutkan, pengembangan amenitas yakni pembangunan cottage, homestay, restoran dan gerai ekonomi kreatif bakal ditingkatkan. Adapun target tambahan kamar hingga 2023 sebanyak 1.090 kamar. "Kemudian pemenuhan kebutuhan produksi untuk restoran, dan pemenuhan kebutuhan industri non makanan dan industri kreatif," jelasnya
Lebih lanjut dia menambahkan, saat ini BI bersama kementerian/lembaga dan seluruh stakeholders terus mendorong pengembangan pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian di NTT yang nantinya bisa berefek terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat setempat. "Kita juga ingin mengenalkan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata prioritas," jelasnya.
Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT Rut W. Eka Trisilowati mengatakan, pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) menuju Provinsi NTT adalah melalui pintu masuk Atambua di Kabupaten Belu. Berdasarkan asal negaranya, turis yang masuk ke Provinsi NTT didominasi oleh wisman asal Timor Leste.
"Jadi untuk wisman paling banyak itu dari Timor Leste sebesar 97,3% (70.658 orang). Sedangkan Eropa hanya 725, lalu di peringkat ketiga ada turis asal Australia sebanyak 218 dan Filipina memcapai 145 orang," ujarnya di Labuan Bajo, NTT, Senin (9/12/2019).
Dia melanjutkan, pengembangan amenitas yakni pembangunan cottage, homestay, restoran dan gerai ekonomi kreatif bakal ditingkatkan. Adapun target tambahan kamar hingga 2023 sebanyak 1.090 kamar. "Kemudian pemenuhan kebutuhan produksi untuk restoran, dan pemenuhan kebutuhan industri non makanan dan industri kreatif," jelasnya
Lebih lanjut dia menambahkan, saat ini BI bersama kementerian/lembaga dan seluruh stakeholders terus mendorong pengembangan pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian di NTT yang nantinya bisa berefek terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat setempat. "Kita juga ingin mengenalkan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata prioritas," jelasnya.
(ind)
Lihat Juga :