Kemendag Dongkrak Ekspor Melalui Niaga-Elektronik Bersama Bukalapak

Rabu, 11 Desember 2019 - 12:11 WIB
Kemendag Dongkrak Ekspor...
Kemendag Dongkrak Ekspor Melalui Niaga-Elektronik Bersama Bukalapak
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bekerja sama dengan Bukalapak meningkatkan ekspor melalui platform niaga elektronik (niaga-el/e-commerce) bagi 1.000 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Kesepakatan kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag Dody Edward dengan Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid dan disaksikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

“Kemendag akan terus mendukung lebih banyak pelaku usaha Indonesia melakukan ekspor melalui niaga-el. Penjualan melalui niaga-el akan memudahkan pelaku usaha untuk menjual produknya lebih banyak ke konsumen serta menjaring pasar yang lebih luas dengan biaya promosi yang lebih murah," kata Mendag Agus di Jakarta Rabu (11/12/2019).

Direktur Jenderal PEN Dody Edward menjelaskan, perjanjian kerja sama ini merupakan komitmen kedua belah pihak untuk mendukung 1.000 pelaku UKM dalam meningkatkan skala usaha dan produk serta memanfaatkan niaga-el untuk memasarkan produknya lebih efisien dengan jangkauan global.

"Jika dilihat dari sisi pemasaran, platform niaga-el jauh lebih menguntungkan karena sistem penjualan yang menggunakan jaringan internet sehingga tidak mengeluarkan biaya tinggi. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong UKM Indonesia untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai upaya meningkatkan pemasaran produk secara luas," tutur Dody.

Sistem ekonomi dunia saat ini, lanjut Dody, tidak hanya menggeser model pemasaran bisnis yang konvensional menjadi digital, tetapi juga mengubah perilaku konsumen menjadi gemar berbelanja secara daring.

"Ekspor yang dilakukan melalui platform daring dapat membantu ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. Persaingan dengan negara-negara lain untuk merebut pasar yang ada sangat kompetitif. Ekspor dengan cara tradisional, walaupun penjualannya besar, namun memerlukan waktu yang lama. Untuk itu, perlu didorong dengan pemasaran digital," jelas Dody.

Menurut Dody, Kemendag perlu memiliki terobosan dalam mendorong ekspor melalui berbagai platform dan tipe penjualan. "Jika penjualan secara ritel dengan nilai yang kecil, apabila dikumpulkan, dilakukan bersama-sama, akan menjadi nilai penjualan yang besar dan akan berdampak pada peningkatan ekspor," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukalapak Ingin Dikenal...
Bukalapak Ingin Dikenal Sebagai E-Commerce Paling Lokal
Kemendag Terima 3.692...
Kemendag Terima 3.692 Aduan Konsumen, 86,1% Sektor E-Commerce
Gara-gara Pandemi, Jutaan...
Gara-gara Pandemi, Jutaan UMKM Banjiri E-Commerce Sebagai Pelapak
Bocoran dari Bos CT...
Bocoran dari Bos CT Corp: Trans Retail Bikin e-Commerce Bareng Bukalapak
5 Perbedaan E-Commerce...
5 Perbedaan E-Commerce dan Social Commerce dalam Bisnis, Sering Dianggap Sama
Perkuat Hubungan China-Indonesia...
Perkuat Hubungan China-Indonesia lewat Pameran E-Commerce
Berita Terkini
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
59 menit yang lalu
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
1 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
2 jam yang lalu
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
2 jam yang lalu
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
12 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
12 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved