Bank Dunia Ramal Ekonomi Indonesia Landai hingga Akhir 2019

Rabu, 11 Desember 2019 - 17:51 WIB
Bank Dunia Ramal Ekonomi...
Bank Dunia Ramal Ekonomi Indonesia Landai hingga Akhir 2019
A A A
JAKARTA - World Bank (Bank Dunia) merilis data laporan perekonomian kuartalan Indonesia, dimana dalam laporannya Bank Dunia menilai perekonomian Indonesia hingga akhir tahun masih cenderung melandai. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019 hanya tumbuh 5%. Prediksi itu juga melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di 2018 sebesar 5,17%.

Hal itu terjadi ketika kondisi perekonomian global yang menantang dan memburuknya nilai tukar perdagangan (terms-of-trade, TOT), pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan melambat. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan III hanya 5,0% sedangkan 5,1% di Triwulan II.

Perlambatan ekonomi domestik, dipengaruhi juga oleh melemahnya pertumbuhan investasi hingga triwulan III akibat antara lain, penurunan signifikan harga komoditas, dan karena masih adanya ketidakpastian politik sebelum pengumuman kabinet yang baru.

"Total konsumsi juga melambat, termasuk di dalamnya perlambatan signifikan dari konsumsi Pemerintah. Lemahnya permintaan domestik melalui kontraksi volume impor yang besar, bersama dengan nilai ekspor yang tidak mengalami perubahan, mengakibatkan nilai ekspor bersih memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Lead Economist World Bank Indonesia Frederico Gil Sander di Jakarta, Rabu (12/11/2019).

Sambung dia melanjutkan dari sisi produksi, pertumbuhan di sektor pertambangan, manufaktur dan keuangan mengalami percepatan. Sebaliknya, pertumbuhan di sektor pertanian melambat, sebagian dikarenakan kondisi cuaca buruk dan kekeringan yang diakibatkan oleh El Nino. "Defisit neraca penerimaan yang lebih sempit disebabkan oleh pola musiman pembayaran dividen dan pembayaran bunga jasa atas utang luar negeri yang lebih rendah," jelasnya

Dia menambahkan dalam hal ini, pemerintah lebih menerapkan kebijakan moneter global yang lebih longgar yang mendorong aliran modal ke negara-negara berkembang (emerging market) yang memiliki fundamental yang baik. "Termasuk Indonesia, arus masuk portofolio meningkat di triwulan ke-3, dan berkontribusi terhadap meningkatnya surplus akun keuangan (financial account)," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Bank Dunia Pangkas Proyeksi...
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia, Tak Sampai 5,2% di 2026
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ramalan Bank Dunia:...
Ramalan Bank Dunia: Ekonomi Global 2021 Masih Seret, Hanya Tumbuh 4%
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
14 menit yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
1 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
1 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved