Indonesia Bisa Adopsi Konsep Desa E-commerce di China

Jum'at, 13 Desember 2019 - 18:38 WIB
Indonesia Bisa Adopsi...
Indonesia Bisa Adopsi Konsep Desa E-commerce di China
A A A
JAKARTA - Indonesia bisa mengadopsi konsep desa e-commerce di China yang bernama Taobao Village untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar domestik. Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nika Pranata mengatakan, pedesaan di China menikmati dampak dari pertumbuhan ekonomi yang signifikan akibat difasilitasi oleh Grup Alibaba untuk mengakses, membeli, dan menjual di situs jual-beli online Taobao.

"Ini inisiasi dari Taobao sendiri dengan menggandeng pemerintah daerah. Jadi untuk membangun desa Taobao, 10% penduduk aktif menggunakan Taobao, paling tidak 100 keluarga membuka toko online di Taobao," ujarnya di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Nika melanjutkan, Alibaba mensyaratkan pemerintah daerah berkomitmen dalam membangun infrastruktur seperti jalan, internet, dan infrastruktur lain. Dengan begitu ada kolaborasi antara Alibaba, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan penduduk desa.

"Taobao Village terbukti mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan dan menyerap banyak tenaga kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan," ungkapnya.

Menurut dia, di Indonesia sudah ada beberapa desa digital namun pelaksanaannya belum maksimal. "Baru sebatas masuk internet, kemudian diajarin buka toko online. Tapi kalau di China disediakan fasilitas khusus, promosi khusus," tuturnya.

Selain itu, China juga memiliki Kawasan Khusus E-Commerce yang bertujuan untuk memudahkan aktivitas ekspor dan impor melalui e-commerce. Kawasan khusus ini sudah ada di 13 kota dan akan menyusul 22 kota lainnya.

Adapun manfaat kawasan khusus tersebut adalah birokrasi yang lebih cepat, inspeksi yang lebih singkat, clearance dan warehousing yang lebih baik, insentif pajak, dan lain-lain.

"Ekspor China masif karena disupport pemerintah. Di Indonesia belum ada, yang baru mau dibangun juga di Batam tapi masih ada kendala, sehingga belum bisa diterapkan," jelas Nika.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramaikan Pasar e-commerce,...
Ramaikan Pasar e-commerce, Market America Worldwide | SHOP.COM Resmi Masuk Indonesia
Waspada, Social Commerce...
Waspada, Social Commerce Bakal Digerus AI Commerce
Ipsos 2025 Membedah:...
Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
ABC Berdayakan Para...
ABC Berdayakan Para Ibu Melalui Social Commerce
Ganjar Pranowo Komentari...
Ganjar Pranowo Komentari Social Commerce TikTok Shop, Apa Bedanya dengan Ecommerce?
Terkuak, Ini E-Commerce...
Terkuak, Ini E-Commerce No.1 Pilihan Penjual dan Pembeli
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved