Pemerintah Genjot Infrastruktur, Peluang Sekaligus Tantangan bagi Produsen Bangunan

loading...
Pemerintah Genjot Infrastruktur, Peluang Sekaligus Tantangan bagi Produsen Bangunan
Pemerintah Genjot Infrastruktur, Peluang Sekaligus Tantangan bagi Produsen Bangunan
JAKARTA - Langkah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas menjadi peluang bagi produsen produk bangunan. Namun, gencarnya pembangunan bagai dua sisi mata pisau karena membuka peluang mengundang kompetitor.

"Persaingan pasar yang semakin ketat. Untuk itulah, kami selalu menjaga komitmen dalam memberikan produk dan servis terbaik. Kami juga rutin melakukan riset dalam peningkatkan kualitas produk dan pelayanan untuk pelanggan," ujar Direktur CV Building Material Construction, Djunaedy Widjaja, dalam keterangan persnya, Rabu (18/12/2019).

Produsen bata ringan dengan brand Bricon ini terus menunjukkan performa penjualan yang meningkat dari tahun ke tahun.

Bukan tanpa alasan, Bricon bisa meraih sukses hingga saat ini. Selain pasar yang sudah teredukasi dengan baik mengenai penggunaan bata ringan untuk pembangunanproyek-proyek skala besar, Bricon juga selalu menanyakan ke konsumen mengenai kualitas merek yang dimiliki.

"Dari awal pemilihan bahan baku yang berkualitas terbaik, sampai dengan tahap akhir produksi, Bricon menjamin setiap aspek telah melalui kontrol kualitas yang ketat," kata Djunaedi.

Kualitas produk yang selalu dijaga dan dipertahankan dengan baik oleh Bricon, terbuktu berhasil mengerek penjualan tahun ini. Bricon mencatat peningkatan penjualan yang cukup signifikan.



Untuk terus bisa mempertahankan kesuksesan yang telah diraih, Bricon juga gencar menggelar kegiatan pemasaran yang berkelanjutan. Di antaranya, dengan terus menambah jumlah sales dan distributor di Indonesia untuk bisa memperluas jangakuan pasar Bricon.

Bricon pun mulai concern dengan mengembangkan dan memaksimalkan fungsi kanal digital untuk branding. Walaupun belum menjadi tool pemasaran utama, namun presentasenya mencapai 60% dibandingkan pemasaran secara konvensional.
(ven)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top