Kondisi Ekonomi RI Menjelang Akhir 2019 dalam Kondisi Baik

Kamis, 26 Desember 2019 - 19:35 WIB
Kondisi Ekonomi RI Menjelang...
Kondisi Ekonomi RI Menjelang Akhir 2019 dalam Kondisi Baik
A A A
JAKARTA - Kinerja perekonomian Indonesia tahun 2019 dinilai masih menunjukkan perkembangan positif. Sampai dengan kuartal III- 2019, ekonomi Indonesia mampu tumbuh pada kisaran 5% meskipun ekonomi dunia tumbuh melambat akibat dampak ketidakpastian global terkait perang dagang AS - Tiongkok dan gejolak geopolitik di berbagai wilayah seperti Brexit, Hongkong, Semenanjung Korea dan Timur Tengah.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, ekonomi Indonesia pada kuartal III-2019 masih ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), sekitar 88% dari PDB.

"Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 masih mencapai 5%, didorong beberapa faktor musiman di kuartal IV-2019 di antaranya adalah menguatnya Konsumsi RT akibat perayaan Natal dan Tahun Baru, dan meningkatnya realisasi Belanja Pemerintah pada akhir kuartal setiap tahunnya," ujar Andry di Jakarta

Sementara itu, secara year-to-date (ytd) November 2019, inflasi tercatat sebesar 2,37%. Capaian tersebut disebabkan oleh terkendalinya inflasi komponen seiring terjaganya produktivitas dan persediaan stok bahan pangan. "Pengendalian inflasi juga terkait dengan komitmen pemerintah dalam menjaga inflasi komponen harga diatur pemerintah, seperti bahan bakar dan energi," katanya.

Dia pun memperkirakan inflasi akan stabil pada kisaran 3% hingga akhir tahun ini, atau di bawah proyeksi sebelumnya 3,41%. Adapun defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sepanjang tahun 2019 diperkirakan berada di sekitar 2,6% terhadap PDB.

Di sisi lain, berbagai indikator perbankan masih cukup solid sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat cukup tinggi sebesar 23,3% pada September 2019 atau lebih tinggi dibandingkan akhir 2018 sebesar 23%. Kinerja laba bank-bank besar sepanjang 2019 juga masih cukup baik di tengah besarnya tantangan yang dihadapi saat ini.

"Bank-bank besar dalam negeri pada sembilan bulan pada tahun 2019 masih mencatatkan kinerja yang cukup baik. Empat bank besar (Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI) pada kuartal III-2019 mencatatkan rata-rata pertumbuhan laba bersih sebesar 9% (yoy) lebih tinggi dibandingkan kinerja kuartal II-2019 sebesar 3,9% (yoy)," beber dia.

Beberapa faktor yang menopang kinerja adalah ekspansi Bisnis yang masih cukup baik, kualitas asset yang terjaga, stabilnya pertumbuhan pendapatan operasional, serta perbaikan efisiensi kegiatan operasional perbankan. "Kami cukup optimistis profitabilitas perbankan akan membaik pada 2020. Hal ini didorong oleh pertumbuhan Ekonomi yang lebih tinggi, serta terjaganya berbagai indikator ekonomi makro," ujar Andry.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga menyatakan, kinerja dan prospek ekonomi domestik cukup baik. Stabilitas ekonomi nasional terjaga serta momentum pertumbuhan berlanjut. Stabilitas sistem keuangan terjaga terlihat dari penyaluran kredit perbankan yang tumbuh terbatas pada 2019 dan akan meningkat pada 2020 sejalan turunnya suku bunga dan membaiknya prospek ekonomi. Dalam jangka menengah, prospek ekonomi Indonesia akan semakin baik.

"Transformasi ekonomi akan mendorong pertumbuhan lebih tinggi lagi, dengan defisit transaksi berjalan menurun dan inflasi rendah. Menuju Indonesia maju berpendapatan tinggi pada 2045," kata Perry.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
29 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
53 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved