Arab Saudi Bekukan Tawaran Gabung BRICS, Ancaman Tarif Trump Berhasil?
Jum'at, 27 Desember 2024 - 15:37 WIB
loading...
Arab Saudi dilaporkan telah membekukan tawaran keanggotaannya ke kelompok BRICS. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Arab Saudi dilaporkan telah membekukan tawaran untuk bergabung dengan BRICS , menurut kantor berita Rusia Interfax, yang dikutip firstpost.com. Kantor berita tersebut mengutip Yuri Ushakov, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, yang mengatakan bahwa Rusia telah membekukan aksesinya ke BRICS.
Rusia saat ini memegang jabatan presidensi BRICS. Blok ini telah mendominasi diskusi di seluruh sektor geopolitik selama setahun terakhir. Aliansi ekonomi tersebut telah berupaya untuk sepenuhnya mengubah status quo ekonomi global.
Baca Juga: BRICS Nambah Kekuatan, 9 Negara Bakal Resmi Jadi Mitra di 2025
Secara khusus, aliansi tersebut telah menargetkan peningkatan upaya melepas dari ketergantungan terhadap dolar AS. Metodenya telah berupaya untuk mempromosikan mata uang lokal dan menantang hegemoni Barat.
Sebagian besar dari hal tersebut adalah upaya berkelanjutannya untuk melakukan ekspansi. Dua tahun lalu, aliansi tersebut mengundang enam negara untuk pertama kalinya, dengan empat negara menerima dan bertambah besar untuk pertama kalinya sejak 2001. Namun, Arab Saudi, salah satu negara utama yang sebelumnya menerima tampaknya ragu untuk meneruskan niatnya.
Rusia saat ini memegang jabatan presidensi BRICS. Blok ini telah mendominasi diskusi di seluruh sektor geopolitik selama setahun terakhir. Aliansi ekonomi tersebut telah berupaya untuk sepenuhnya mengubah status quo ekonomi global.
Baca Juga: BRICS Nambah Kekuatan, 9 Negara Bakal Resmi Jadi Mitra di 2025
Secara khusus, aliansi tersebut telah menargetkan peningkatan upaya melepas dari ketergantungan terhadap dolar AS. Metodenya telah berupaya untuk mempromosikan mata uang lokal dan menantang hegemoni Barat.
Sebagian besar dari hal tersebut adalah upaya berkelanjutannya untuk melakukan ekspansi. Dua tahun lalu, aliansi tersebut mengundang enam negara untuk pertama kalinya, dengan empat negara menerima dan bertambah besar untuk pertama kalinya sejak 2001. Namun, Arab Saudi, salah satu negara utama yang sebelumnya menerima tampaknya ragu untuk meneruskan niatnya.
Lihat Juga :