Jadi Gaya Hidup Kaum Urban, Bisnis Kopi Makin Harum

Jum'at, 27 Desember 2019 - 08:08 WIB
Jadi Gaya Hidup Kaum Urban, Bisnis Kopi Makin Harum
Jadi Gaya Hidup Kaum Urban, Bisnis Kopi Makin Harum
A A A
JAKARTA - Para penggemar kopi kini semakin dimanjakan dengan kehadiran gerai-gerai kopi yang kian lama semakin menjamur. Tren ini diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan gaya hidup kaum urban.

Keberadaan gerai-gerai kopi ini tidak hanya ditemukan di ibu kota. Di beberapa daerah geliat kemunculan gerai kopi juga kian massif. Terlebih lagi di tempat-tempat wisata yang banyak dikunjungi para pelancong.

Bahkan, di kota kecil seperti Puwakarta, atau Subang, Jawa Barat, kini dengan mudahnya ditemukan kedai kopi. Tercatat tidak kurang dari 10 gerai yang menyediakan minuman kopi. Yang lebih mengejutkan, ternyata dari kedai-kedai ini pula muncul jenis biji-biji kopi olahan lokal yang rasanya tak kalah dengan kedai kopi yang sudah punya nama.

Kemunculan kopi-kopi olahan lokal ini tidak lepas dari mudahnya para pengelola kedai kopi mendapatkan pasokan biji kopi (green bean). Apalagi di daerah sekitar Purwakarta seperti Subang dan Bandung dikenal sebagai salah satu produsen kopi yang dikembangkan secara tradisional.

Banyaknya gerai kopi dalam beberapa belakangan sejalan dengan hasil riset Toffin yang menyebutkan pada tahun ini terjadi penambahan gerai kopi tiga kali lipat dibanding 2016 silam. Jika pada tiga tahun lalu jumlah kedau kopi di Indonesia hanya sekitar 1.000 kedai, per Agustus 2019 jumlah kedai kopi di Tanah Air mencapai 2.950 kedai.

Menurut Toffin, jumlah tersebut bisa lebih besar karena sensus kedai kopi itu hanya mencakup gerai-gerai berjaringan di kota-kota besar, tidak termasuk kedai-kedai kopi independen yang modern maupun trandisional di berbagai daerah.

“Kami perkirakan pada 2020 tren ini akan berlanjut berdasarkan insight dari konsumen yang dikumpulkan melalui survei online kepada kalangan muda, yakni generasi Y dan Z penggemar kopi di Indonesia,” ujar Head of Marketing Toffin Ario Fajar di Jakarta belum lama ini.

Dia menambahkan, ke depan pertumbuhan industri kopi akan ditopang dengan keberadaan konsep kedai Coffee to Go yang menyediakan produk Ready to Drink (RTD). Menurutnya, konsumen akan memilih kopi berkualitas dengan harga terjangkau. “Ini akan sangat diminati generasi yang mendominasi populasi Indonesia saat ini," ungkapnya.

Tren bisnis kopi di Tanah Air juga menarik pada pemodal untuk berinvestasi di gerai-gerai penyedia minuman berkafein tersebut. Setidaknya hal itu diperlihatkan dari masuknya sejumlah investor luar negeri melalui gerai-gerai kopi kekinian. Sebut saja misalnya Kopi Kenangan dan Fore yang menerima putaran pendanaan di awal-awal pendirian gerai kopinya di dua tahun terakhir.

Saat ini, Kopi Kenangan yang memiliki 200 lebih gerai di 18 kota telah menerima suntikan modal dari perusahaan investasi Alpha JWC. Gerai kopi yang didirikan oleh Edward Tirtanata bersama dua rekannya itu kini mengelola investasi dari Arrive, salah satu perusahaan di bawah Roc Nation.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1692 seconds (11.252#12.26)