INACA Minta Pemerintah Permudah Impor Spare Part Pesawat

Jum'at, 27 Desember 2019 - 13:58 WIB
INACA Minta Pemerintah...
INACA Minta Pemerintah Permudah Impor Spare Part Pesawat
A A A
JAKARTA - Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengeluh perihal larangan terbatas impor spare part pesawat. Persoalan sulitnya impor spare part pesawat menjadi persoalan di dunia aviasi.

Ini disebabkan larangan terbatas (lartas) mengaju pada aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk pesawat di Indonesia sebesar 49%. Hal ini dinilai terlalu tinggi. Sehingga INACA mendorong pemerintah untuk dapat menekan hingga 17% untuk kategori lartas.

"Sekarang ini 49% masuk ke kategori lartas. Harapannya, kalau kita bisa

membuat sistem, kita mengimpor spare part itu proses administrasinya bisa disederhanakan. Sehingga kategori lartas ini bisa turun sampai 17%," kata Ketua Umum INACA, Denon Prawira Atmadja di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Dia mengungkapkan prosedural untuk impor spare part peswat di Indonesia cukup banyak melibatkan banyak Kementerian dan regulasi yang berbelit. Sehingga, dia berharap prosedural itu dapat disederhanakan.

"Sebetulnya sudah kita sampaikan sejak tahun 2017, bahwa concern dari anggota INACA adalah bagaimana caranya simplifikasi proses administrasi larangan pembatasan ini," ungkap Denon.

Untuk diketahui, lartas menjadi salah satu aturan terkait pembatasan ekspor-impor. Lartas juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengoptimalkan produk dalam negeri dalam produksi spare part peswat.

Berdasarkan keterangan Denon, INACA mencatat saat ini ada sekitar 10.829 item HS (golongan barang) yang terdaftar di Kementerian Perindustrian sebagai spare part yang bisa diimpor.

Menurutnya, masih banyak item yang membutuhkan proses panjang. Oleh karena itu, INACA bertemu Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto untuk melonggarkan prosedur impor tersebut.

"Artinya 17% itu dari 10.829, inilah yang masih membutuhkan proses administrasinya yang panjang," ucapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
INACA Apresiasi Kebijakan...
INACA Apresiasi Kebijakan Kenaikan Tiket Pesawat Terkait PSBB
INACA Minta Maskapai...
INACA Minta Maskapai Pastikan Calon Penumpang Penuhi Syarat
Animo Naik Pesawat Meningkat,...
Animo Naik Pesawat Meningkat, Maskapai Gencar Tebar Tiket Promo
Okupansi Naik, INACA...
Okupansi Naik, INACA Harap Operator Maskapai dan Bandara Patuhi Protokol Covid-19
Masuki New Normal, INACA:...
Masuki New Normal, INACA: Belum Ada Perubahan Protokol di Sektor Penerbangan
Cerita Industri Penerbangan...
Cerita Industri Penerbangan RI Digerogoti Pandemi, Sempat Kehilangan 60 Juta Penumpang
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved