Marketing Outlook 2020 (2): The FALL & The RISE

loading...
Marketing Outlook 2020 (2): The FALL & The RISE
Marketing Outlook 2020 (2): The FALL & The RISE
Selama tiga minggu ini saya akan menguraikan kajian akhir tahun Inventure mengenai Marketing Outlook 2020. Tulisannya akan terbagi menjadi tiga bagian.

Pertama adalah “The 3 Market MEGASHIFT” mengenai tiga kekuatan dahsyat yang mendisrupsi pasar Indonesia. Kedua, “The FALL & the RISE of the Industries” mengenai industri-industri yang porak-poranda oleh tiga kekuatan disrupsi di atas. Dan ketiga, “The 7 LEAP Strategies” mengenai strategi untuk sukses di era MEGASHIFT.

Berikut ini adalah bagian kedua yaitu: The FALL and the RISE of the Industries.

The Fall & The Rise
Di tulisan bagian pertama saya sudah menguraikan bahwa tiga disrupsi yaitu: disrupsi digital (digital disruption), disrupsi milenial (millennial disruption), dan disrupsi leiser (leisure disruption) telah menghasilkan MEGASHIFTS di pasar Indonesia.



MEGASHIFTS ini menyebabkan banyak produk dan bisnis berguguran (“The FALL”) tapi banyak juga produk dan bisnis yang tumbuh pesat (“The RISE”).

Di industri media, entertainment, dan telko misalnya, media cetak (koran, majalah), TV kabel, layanan telko tradisional (voice, SMS) hingga album musik menjadi kian surut. Namun di sisi lain layanan on-demand, streaming services, model bisnis subscription, original content dari OTT seperti Netflix, hingga individual content creator justru berkembang pesat.

Di pasar perbankan, bank-bank mulai tak mengembangkan kantor cabang dan ATM karena layanan seperti mobile banking mampu menghasilkan user experience yang lebih baik. Di satu sisi layanan berbasis kartu kartu (kartu kredit dan debit) kian ditinggalkan konsumen milenial. Namun di sisi layanan berbasis smartphone seperti digital payment dan digital lending justru tumbuh pesat.



Di sektor automotif, para inkumben seperti Toyota, Honda, atau Suzuki kini was-was karena seiring dikeluarkannya Perpres 55/2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik kini pemain-pemain automotif Cina mulai curi start untuk mendominasi pasar kendaraan listrik di Indonesia. Dekade 2020-an bakal ditandai lahirnya era kendaraan listrik, sekaligus berakhirnya era kendaraan bensin/solar (internal combation engine, ICE).
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top