alexametrics

Antam dan Mind ID Tangani dan Mitigasi Bencana di Wilayah Operasional

loading...
A+ A-
JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersama Mining Industry Indonesia (MIND ID) melakukan penanganan serta mitigasi bencana banjir dan tanah longsor di wilayah operasional. Perusahaan memastikan kegiatan operasional tetap berjalan dengan normal.

Di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, Antam memiliki 4 wilayah kelolaan operasional yakni Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) di Jakarta Timur, Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor (UBPE Pongkor) di Bogor, Jawa Barat, anak usaha PT Cibaliung Sumberdaya (PT CSD) dan wilayah Pascatambang Cikotok di Banten.

Untuk wilayah operasional Jakarta Timur, operasional UBPP LM tetap berjalan normal. Sejak 2 Januari 2020, ANTAM telah menerjunkan 2 tim Emergency response group (ERG) yakni dari UBPP LM dan PT CSD untuk mendukung BNPB, BPBD dan Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan penanganan terhadap dampak banjir dengan melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan bahan makanan dan sanitary kits.



Sementera di Cibaliung Jawa Barat, operasional PT CSD berjalan normal. Terkait dengan adanya bencana banjir di Kabupaten Lebak, Banten, saat ini tim ERG PT CSD langsung menuju lebak setelah menyelesaikan misi kemanusian di Jakarta Timur.

"Titik bencana banjir Lebak berjarak 150 km dari wilayah operasional PT CSD. Perusahaan turut berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan kegiatan tanggap darurat," jelas Direktur Operasi Antam Hartono.

Sambung dia menerangkan, sedangkan untuk wilayah Pascatambang Cikotok, Kabupaten Lebak, Banten tidak terdampak banjir. Adapun titik banjir di wilayah Lebak adalah di daerah Citorek.

"Saat ini tim Pascatambang Cikotok sedang menuju Citorek untuk memperoleh update lebih lanjut. Perusahaan akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Lebak, Banten, berupa perlengkapan hidup dasar seperti genset, terpal, tenda dan perlengkapan sanitary, serta bahan makanan," paparnya.

Di Bogor Jawa barat, operasional UBPE Pongkor tetap berjalan dengan normal. Meskipun demikian terdapat kejadian longsor di beberapa titik yang menyebabkan jalan utama masyarakat terputus yakni di Kampung Ciketug dan Kampung Wates, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung.

"Saat ini ANTAM tengah melakukan penanganan perbaikan akses berupa pemasangan pancang pipa untuk menahan laju pergeseran tanah. Selain itu dilakukan pemadatan dengan material batu belah, koral dan sirdam. Proses pekerjaan menggunakan 2 alat excavator dan diharapkan selesai dalam waktu cepat," terang Hartono

Selain itu dalam penanganan longsor di jalan utama, ANTAM juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa bahan makanan dan material kebutuhan dasar. Antam ditegaskan berkomitmen terhadap penanganan tanggap darurat dan memastikan kegiatan operasional tetap berjalan serta membantu masyarakat dalam menangani dampak bencana banjir dan tanah longsor.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top