Kesepakatan AS-China Kuatkan Mata Uang Asia, Rupiah Jadi Raja

Senin, 13 Januari 2020 - 17:44 WIB
Kesepakatan AS-China...
Kesepakatan AS-China Kuatkan Mata Uang Asia, Rupiah Jadi Raja
A A A
JAKARTA - Penandatanganan kesepakatan dagang fase pertama Amerika Serikat dan China, yang akan dilaukan Rabu pekan ini, mengangkat mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat.

Data Bloomberg, rupiah perkasa 99 poin atau 0,72% ke level Rp13.672 per USD, berbanding penutupan Jumat akhir pekan lalu di Rp13.771 per USD. Senin ini, rupiah bergerak di Rp13.672-Rp13.744 per USD.

Rupiah pun menjadi mata uang paling kuat di kawasan Asia pada Senin ini. Disusul dengan won Koera Selatan bertambah 0,45%, yuan China naik 0,40%, ringgit Malaysia naik 0,33%, peso Filipina menguat 0,32%, dolar Taiwan terapresiasi 0,24%, dan rupee India menguat 0,12%.

Data Yahoo Finance mencatat rupiah melaju kencang 141 poin atau 1,02% menjadi Rp13.670 per USD, setelah Jumat pekan lalu berada di Rp13.811 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.670-Rp13.811 per USD.

Perjanian fase pertama AS dan China, yang akan ditandatangani di Gedung Putih pada hari Rabu 15 Januari, menandai langkah pertama untuk mengakhiri sengketa perdagangan selama 18 bulan yang merusak antara dua ekonomi terbesar dunia.

Kenaikan mata uang Asia ini juga seiring memudarnya kekhawatiran konflik di Timur Tengah, meski ketegangan masih berlangsung dan berpusat di Iran. Namun secara keseluruhan situasi Timur Tengah kondusif dan kesepakatan AS-China telah membuat investor menurunkan selera dari mata uang safe haven dan emas.

Melansir dari CNBC, Senin (13/1/2020), indeks USD terhadap enam mata uang utama, berada di level 97, setelah sebelumnya menyentuh level 97,371.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.897 per Dolar AS
Pimpin BRICS Hadapi...
Pimpin BRICS Hadapi Perang Dagang AS, China Susun Rencana Baru
Rupiah Sepekan, Melemah...
Rupiah Sepekan, Melemah Imbas Kekhawatiran Ekonomi AS dan China
AS Was-was dengan Ekonomi...
AS Was-was dengan Ekonomi China, Dolar Rontok Rupiah Menguat
Rusia: Dolar Jadi Senjata...
Rusia: Dolar Jadi Senjata AS untuk Perang Dagang Global
Rupiah Ditutup Menguat,...
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Loyo ke Rp16.754
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved