Penentuan Porsi Investasi Asing di Ibu Kota Baru Harus Hati-hati

Senin, 13 Januari 2020 - 21:07 WIB
Penentuan Porsi Investasi...
Penentuan Porsi Investasi Asing di Ibu Kota Baru Harus Hati-hati
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan manajemen risiko jika ingin melibatkan investor asing dalam pembangunan ibu kota baru RI di Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam pembangunan ibu kota baru, kata dia, peran pemodal dari dalam negeri harus menjadi pilihan utama mengingat risikonya yang rendah. Di sisi lain, juga harus realistis karena pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemodal lokal.

Menurut dia, kekhawatiran pada investasi asing sebenarnya tidak perlu berlebihan mengingat pembangunan ibu kota baru membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal yang terpenting adalah perjanjian pembangunan untuk ibu kota baru harus menguntungkan Indonesia.

"Saya mengkhawatirkan ketika ada investasi asing dalam proyek pembangunan dan negara tidak dapat membayar. Tentunya pembangunannya akan dikuasai oleh asing. Jadi, pemerintah harus perhatikan manajemen risikonya," ujar Huda di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam lawatannya ke Uni Emirat Arab (UEA) mengundang investor seluruh dunia untuk berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru RI di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan Jokowi saat menjadi keynote speaker pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC).

“Di Ibu Kota Negara baru, kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik, dan kearifan terbaik,” kata Jokowi dalam siaran pers yang diterima SINDO, Senin (13/1/2019).

Jokowi mengatakan bahwa ibukota baru harus menjadi kota dengan teknologi muktakhir. Namun, pada saat yang sama juga menjadi wadah bagi inovasi, kreativitas, ramah lingkungan, danmenjadi tempat yang memberikan kebahagiaan bagi penduduknya.

Sebelumnya, pada kesempatan berbeda, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga bilang akan mengundang Amerika Serikat (AS), China dan Jepang untuk berpartisipasi menggarap ibu kota baru.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Finlandia Ajak Indonesia...
Finlandia Ajak Indonesia Kerja Sama Bangun IKN Hijau
Kadin Indonesia Bidang...
Kadin Indonesia Bidang PUPR dan Infrastruktur Undang Investor UEA Investasi di Ibu Kota Baru
Ajak UEA Bangun Ibu...
Ajak UEA Bangun Ibu Kota Baru, Jokowi: Dibutuhkan Dana Rp502 Triliun
Ditanya Siswa SD Kenapa...
Ditanya Siswa SD Kenapa Ibu Kota Tak Dipindah ke Papua, Jokowi Bilang Begini
Pemindahan IKN Gagasan...
Pemindahan IKN Gagasan Jokowi Disebut Sebagai Kebijakan Berani
Paradoks “Dramaturgi’...
Paradoks Dramaturgi’ Jokowi di Panggung Besar IKN
Berita Terkini
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
20 menit yang lalu
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
53 menit yang lalu
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
54 menit yang lalu
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
1 jam yang lalu
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
2 jam yang lalu
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
2 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Ditunjuk...
6 Jenderal Ditunjuk Menjadi Pangdam di Kodam Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved