Menakar Investor Asing di Ibu Kota Baru, Antara China-Jepang dan Timteng

Selasa, 14 Januari 2020 - 05:10 WIB
Menakar Investor Asing...
Menakar Investor Asing di Ibu Kota Baru, Antara China-Jepang dan Timteng
A A A
JAKARTA - Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adinagara mengatakan langkah Presiden RI Joko Widodo mengajak putra mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed untuk masuk dalam jajaran dewan pengarah pemindah Ibu Kota baru, dinilai masih prematur. Menurutnya langkah tersebut dinilai sebagai politik keseimbangan.

Dia beralasan masih ada negara-negara lain yang patut diajak dalam pengembangan Ibukota baru. “Sebelumnya ada China dan juga ada Jepang, terakhir negara di Timur Tengah. Saya kira pada akhirnya nanti akan muncul ke permukaan siapa saja yang berpeluang diajak, terutama dalam hal pengembangan dan memberikan pengaruh investasi,” ucapnya kepada SINDO di Jakarta.

Dia menambahkan negara-negara di timur tengah berpeluang bergabung jika ada persamaan atau persepsi di bidang ekonomi. “Misalnya, pengembangan ekonomi syariah kita di dalam negeri bagaimana apakah sudah sevisi dengan negara di timur tengah atau bagaimana. Saya kira itu salah satu yang yang bakal menjadi nilai tawar negara timur tengah,” ucapnya.

Adapun hal yang sama juga berlaku bagi negara-negara lain seperti China dan Jepang: “Yang pasti untuk dua negara seperti China dan Jepang kita sudah kerjasama. Saya kira ini juga berpeluang. Tinggal kita lihat ke depan yang muncul di permukaan siapa,” pungkasnya.

Sebelumnya Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) disebutkan telah menyiapkan dana USD22,8 miliar untuk berinvestasi di Indonesia melalui Sovereign Welth Fund bersama-sama dengan Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan juga dari International Development Finance Corporatio (IDFC) Amerika Serikat.

Kesediaan Pemerintah UEA menyiapkan dana investasi yang cukup besar itu disampaikan Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) petang waktu setempat.

Dengan Sovereign welth fund itu, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengutarakan UEA akan masuk berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Baru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bahkan, Luhut mengemukakan, Presiden Jokowi meminta agar Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed menjadi Dewan Pengarah di pembangunan Ibu Kota Baru itu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa Berakhir Gagal, 3 Negara Ini Merasakannya
Catat! Ini 4 Tahapan...
Catat! Ini 4 Tahapan Pemindahan Ibu Kota Indonesia
Ibu Kota Baru Dinilai...
Ibu Kota Baru Dinilai Harus Benar-benar Perhatikan Politik-Ekonomi
Mengungkap Urgensi Pemindahan...
Mengungkap Urgensi Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur
Biaya Bangun IKN Tembus...
Biaya Bangun IKN Tembus Rp466 Triliun, Badan Otoritas Coba Yakinkan Investor Soal Keberlanjutan
Pemindahan IKN Dinilai...
Pemindahan IKN Dinilai Buka Peluang Investasi Baru bagi Sulsel
Berita Terkini
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
9 menit yang lalu
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
28 menit yang lalu
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
2 jam yang lalu
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved