Komentar Mnuchin Lemahkan Mata Uang Asia, Rupiah Jatuh 15 Poin

Rabu, 15 Januari 2020 - 17:19 WIB
Komentar Mnuchin Lemahkan...
Komentar Mnuchin Lemahkan Mata Uang Asia, Rupiah Jatuh 15 Poin
A A A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melemah 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.695 per USD pada Rabu (15/1/2020). Sesi pembukaan, rupiah di indeks Bloomberg, melemah 4 poin menjadi Rp13.684 per USD, berbanding penutupan Selasa di Rp13.680 per USD. Rabu ini, mata uang NKRI diperdagangkan di Rp13.684-Rp13.720 per USD.

Data Yahoo Finance mencatat rupiah terdepresiasi 30 poin atau 0,21% ke Rp13.690 per USD, berbanding posisi Selasa lalu di Rp13.660 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.651-Rp13.714 per USD.

Rupiah dan mata uang Asia (aset berisiko) lainnya melemah pada Rabu ini, karena investor menunggu hasil kesepakatan dagang fase pertama AS dan China.

Perjanjian ini bertujuan untuk menarik diri dari konflik dagang yang telah berlangsung 18 bulan, yang telah merugikan pertumbuhan ekonomi global. Namun kesepakatan fase pertama ini belum mengakhiri perselisihan dagang antara dua negara ekonomi terbesar dunia.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan masih akan tetap memberlakukan tarif terhadap barang-barang China. Hal ini membuat investor kembali mengalihkan perhatian ke mata uang aset safe haven seperti yen Jepang.

Melansir dari Reuters, pernyataan tersebut membuat yuan China turun 0,2% menjadi 6,8942 per USD. Yuan merupakan mata uang yang paling sensitif terhadap hubungan perdagangan AS dan China.

Sementara itu, yen Jepang menguat 0,1% menjadi 109,88 per USD. Euro stabil di USD1,1132 dan franc Swiss bertahan di posisi 0,9672 per USD. Adapun nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama, bertahan di 97,339.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.897 per Dolar AS
Pimpin BRICS Hadapi...
Pimpin BRICS Hadapi Perang Dagang AS, China Susun Rencana Baru
Rupiah Sepekan, Melemah...
Rupiah Sepekan, Melemah Imbas Kekhawatiran Ekonomi AS dan China
AS Was-was dengan Ekonomi...
AS Was-was dengan Ekonomi China, Dolar Rontok Rupiah Menguat
Rusia: Dolar Jadi Senjata...
Rusia: Dolar Jadi Senjata AS untuk Perang Dagang Global
Rupiah Ditutup Menguat,...
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Loyo ke Rp16.754
Berita Terkini
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
57 menit yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
1 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
1 jam yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
1 jam yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
2 jam yang lalu
Infografis
5 Mata Uang Calon Pengganti...
5 Mata Uang Calon Pengganti Dolar AS Jika USD Runtuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved