ULN Sudah Diprediksi Melambat Saat Pemerintah Kurangi Ketergantungan Dolar

Kamis, 16 Januari 2020 - 04:14 WIB
ULN Sudah Diprediksi...
ULN Sudah Diprediksi Melambat Saat Pemerintah Kurangi Ketergantungan Dolar
A A A
JAKARTA - Perlambatan pertumbuhan utang luar negeri (ULN) pemerintah maupun ULN swasta menurut ekonom sudah diprediksi sebelumnya. Dimana terang Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah bahwa perlambatan itu menjadi strategi pemerintah yang mengutamakan penerbitan bond domestik.

"Strategi ini lebih sehat karena mengurangi ketergantungan terhadap dollar," kata Piter saat dihubungi di Jakarta, Rabu (15/1).

Sementara perlambatan pertumbuhan ULN swasta terlepas dari latarbelakangnya, menurutnya perlu diapresiasi. Karena pertumbuhan ULN swasta yang demikian tinggi selama ini sudah cukup mengkhawatirkan. "Penurunan ULN swasta saya kira mengikuti angka PMI dan juga IKK yang terus menurun sejak kuartal II - 2019," kata Piter.

Lebih lanjut terang dia, ini artinya konsumsi menurun diikuti oleh aktivitas produksi yang kontraksi. "Jadi wajar bila kemudian aktivitas ULN juga menurun. Pemerintah harus merespons perlambatan konsumsi dan produksi ini demi menjaga pertumbuhan ekonomi bisa mencapai target pada tahun 2020," tukasnya.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada November 2019 mencapai USD401,4 miliar atau setara Rp5.619,6 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per dolar AS). Utang sektor publik dan swasta tumbuh 8,3% secara tahunan (yoy) atau melambat dibandingkan laju Oktober 2019, yaitu 12%.

Jika dirinci, utang luar negeri pemerintah pada akhir November 2019 mencapai USD198,6 miliar atau sekitar Rp2.780,4 triliun. Nilai tersebut tumbuh 10,1% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yakni 13,6%.

Posisi ULN pemerintah juga lebih rendah dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya terutama karena pelunasan pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo pada periode laporan. Sementara itu, ULN sektor swasta mencapai USD200,1 miliar atau berkisar Rp2.801,4 triliun. Posisi tersebut tumbuh 6,9% (yoy), melambat dibandingkan posisi Oktober di 10,7%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duh, Beban Utang Pemerintah...
Duh, Beban Utang Pemerintah Sudah Sangat Mengkhawatirkan!
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp7.039 Triliun per April 2025
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia di Triwulan IV 2025 Naik Tembus Rp7.262 Triliun, Ini Porsi Terbesarnya
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Waspada! Utang Pemerintah...
Waspada! Utang Pemerintah Capai Rp5.910,1 Triliun, Perhatikan 5 Hal Ini
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
9 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
33 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
41 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
1 jam yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
1 jam yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
2 jam yang lalu
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved