PT Hartadinata Terus Perkuat Posisi di Pasar Perhiasan Emas Nasional

Kamis, 16 Januari 2020 - 18:28 WIB
PT Hartadinata Terus...
PT Hartadinata Terus Perkuat Posisi di Pasar Perhiasan Emas Nasional
A A A
JAKARTA - Setelah merampungkan pembukaan 8 outlet gadai emas di Jawa Barat, PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata) -produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia yang berkode saham ”HRTA” di Bursa Efek Indonesia- terus memperkuat posisinya di pasar perhiasan emas nasional Indonesia. Hartadinata juga telah meningkatkan jumlah toko sendiri, yaitu ACC.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto mengatakan, outlet gadai dirancang untuk berdiri berdampingan dengan outlet-outlet perhiasan emas yang sudah eksis dan yang kita rencanakan ke depan, sehingga diharapkan dapat saling menunjang bisnis. "Keberadaan pegadaian diproyeksikan dapat membantu pertumbuhan outlet-outlet penjualan karena skema cicilan akan mempermudah pembelian emas. Selain itu, pelanggan bisa meminjam dana dengan menjaminkan emasnya, baik perhiasan maupun logam mulia,” katanya di Jakarta, Kamis (16/01/2020).

Rincian ke-8 gadai emas di Jawa Barat yang sudah beroperasi adalah di Sayati (27 Desember 2019), Subang (27 Desember 2019), Pamanukan (27 Desember 2019), Arjawinangun (28 Oktober 2019), Parigi (27 September 2019), Ciwidey (26 September 2019) serta unit pertama Topaz (17 Mei 2017). Ke depan toko emas ACC yang saat ini secara nasional mencapai 50 unit, ditargetkan bertambah hingga mencapai total 100 toko di tahun 2020. "Pembukaan outlet-outlet tersebut menunjang salah satu strategi Hartadinata dalam memperkuat kinerja perusahaan dengan memperkuat integrasi vertikal perusahaan dan memperluas penetrasi pasar Hartadinata di Indonesia," tambahnya.

Jaringan gadai Hartadinata di bawah merek PT Gadai Cahaya Abadi (GCDA) yang sudah berijin OJK di Provinsi Jawa Barat, direncanakan bertambah dari saat ini 8 outlet menjadi 15 outlet. Sementara perluasan lebih lanjut, direncanakan di provinsi NTT 10 outlet, di NTB 10 outlet dan di provinsi Jawa Timur 30 outlet dengan merek Gadai Terang Abadi Mulia (GTAM) yang saat ini sedang menunggu proses izin OJK.

Penguatan intergrasi vertikal usaha Hartadinata ini sebagai manufaktur perhiasan emas yang memiliki usaha gadai, toko sendiri dan jaringan distribusi ke 33 wholesaler serta 600 toko perhiasan di Indoesia serta kanal penjualan digital e-commerce melalui aplikasi platform Masduit yang diluncurkan September 2019 menempatkan perusahaan di posisi yang unik dan kuat di dalam industri emas dan perhiasan emas.

Hartadinata juga sukses menggalang dana dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan Tahap 1 sebesar Rp 600 Milyar yang ditawarkan di bulan November 2019, menggunakan dana yang terhimpun dari penerbitan obligasi ini untuk membayar sebagian saldo utang pokok fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 142,5 Milyar dan untuk modal kerja anak perusahaan dalam bentuk pinjaman ke PT Gadai Cahaya Dana Abadi sebesar Rp 120 Milyar, sementara sisanya, Rp337,5 Milyar untuk modal kerja di mana sebagian besar digunakan untuk pembelian bahan baku.

"Hasil penerbitan obligasi serta realisasi penggunaan dana tersebut yang berjalan sesuai rencana memberikan kami keyakinan untuk dapat terus berkembang dan memperkuat posisi kami di pasar nasional. Kami meyakini dapat terus meningkatkan value untuk para investor kami terlebih lagi dengan maraknya tren pegadaian di tengah-tengah masyarakat saat ini serta meningkatnya investasi dan jual beli emas yang berbasis online (e-commerce). Semua ini merupakan faktor-faktor yang menunjuang pertumbuhan penjualan dari produk-produk kami ke depannya,” papar Sunanto.

Dengan melihat analisis permintaan (demand) dan penawaran (supply) emas di Indonesia, lanjutnya, prospek usaha industri emas akan semakin besar. "Trend peningkatan harga emas yang disebabkan karena preferensi investor untuk memegang komoditas safe haven dan volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika menjadi faktor pemicu prospek dan keberlangsungan usaha dalam industri emas, secara khusus bagi perusahaan. Tingkat supply dan demand yang tinggi memberikan kesempatan prospek bisnis yang baik bagi industri emas.”
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Emas Pegadaian...
Harga Emas Pegadaian Turun
Operasikan Bullion Bank,...
Operasikan Bullion Bank, Pegadaian Kelola 135 Ton Emas
Gajian? Langsung ke...
Gajian? Langsung ke Pegadaian Digital! Ada Diskon dan Goldback Menanti
Cicil Emas Impian? Pegadaian...
Cicil Emas Impian? Pegadaian Kasih Diskon Fantastis!
Inovasi Emas Pegadaian...
Inovasi Emas Pegadaian Buahkan Hasil: Layanan Bank Emas Cetak Kinerja Gemilang
Komitmen MengEMASkan...
Komitmen MengEMASkan Indonesia, Pegadaian Gandeng Istana Kepresidenan Yogyakarta Gelar Literasi Investasi
Berita Terkini
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
7 menit yang lalu
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
48 menit yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
1 jam yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
1 jam yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
3 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
3 jam yang lalu
Infografis
Pesawat Airbus A400M...
Pesawat Airbus A400M Mendarat di Lanud Halim, Perkuat Armada Tempur TNI AU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved