IHSG Diprediksi Menguat, Mainkan 6 Saham Ini
Senin, 20 Januari 2020 - 08:07 WIB
IHSG Diprediksi Menguat, Mainkan 6 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diprediksi melanjutkan penguatan atau reli, setelah Jumat kemarin naik tipis 5,61 poin atau 0,089% menjadi 6.291,66. Analis saham dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, MACD mulai membentuk pola golden cross di area positif.
Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai bergerak positif. "Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," ujar Nafan Aji di Jakarta, Senin (20/1/2020).
Dalam satu pekan sebelumnya, bursa saham Tanah Air menguat sebesar 0,27% menjadi 6.291,657 dari 6.274,941 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya. Seiring kenaikan tersebut, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga meningkat sebesar 0,32% menjadi Rp7.262,002 triliun, dari Rp7.238,817 triliun pada penutupan perdagangan minggu lalu.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 3,16% menjadi 453.493 kali transaksi dari 439.613 kali transaksi pada pekan sebelumnya. Kemudian, untuk rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 4,46% menjadi 8.081 miliar unit saham dari 7.736 miliar unit pada pekan sebelumnya.
Senada dengan rata-rata volume transaksi harian, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 16,02% menjadi Rp7.125 triliun dari Rp6.141 triliun. Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor pada awal pekan hari ini, antara lain sebagai berikut :
1. ANTM
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 825 – 845, dengan target harga secara bertahap di level 915, 1075 dan 1235. Support: 795.
2. AUTO
Terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1220 – 1250, dengan target harga secara bertahap di level 1260, 1290, 1350 dan 1420. Support: 1220, 1210 & 1190.
3. LSIP
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1320 - 1340, dengan target harga secara bertahap di 1385 dan 1510. Support: 1255.
4.PNBN
Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1220 – 1250, dengan target harga secara bertahap di level 1280, 1315, 1360, 1460 dan 1565. Support: 1200.
5. UNVR
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 8275 – 8400, dengan target harga secara bertahap di level 8450, 8575, 8825 dan 9075. Support: 8275, 8175 & 8075.
6. WSBP
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 298 – 304, dengan target harga secara bertahap di level 310, 330, 352 dan 372. Support: 298 & 288.
Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai bergerak positif. "Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," ujar Nafan Aji di Jakarta, Senin (20/1/2020).
Dalam satu pekan sebelumnya, bursa saham Tanah Air menguat sebesar 0,27% menjadi 6.291,657 dari 6.274,941 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya. Seiring kenaikan tersebut, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga meningkat sebesar 0,32% menjadi Rp7.262,002 triliun, dari Rp7.238,817 triliun pada penutupan perdagangan minggu lalu.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 3,16% menjadi 453.493 kali transaksi dari 439.613 kali transaksi pada pekan sebelumnya. Kemudian, untuk rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 4,46% menjadi 8.081 miliar unit saham dari 7.736 miliar unit pada pekan sebelumnya.
Senada dengan rata-rata volume transaksi harian, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 16,02% menjadi Rp7.125 triliun dari Rp6.141 triliun. Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor pada awal pekan hari ini, antara lain sebagai berikut :
1. ANTM
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 825 – 845, dengan target harga secara bertahap di level 915, 1075 dan 1235. Support: 795.
2. AUTO
Terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1220 – 1250, dengan target harga secara bertahap di level 1260, 1290, 1350 dan 1420. Support: 1220, 1210 & 1190.
3. LSIP
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1320 - 1340, dengan target harga secara bertahap di 1385 dan 1510. Support: 1255.
4.PNBN
Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1220 – 1250, dengan target harga secara bertahap di level 1280, 1315, 1360, 1460 dan 1565. Support: 1200.
5. UNVR
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 8275 – 8400, dengan target harga secara bertahap di level 8450, 8575, 8825 dan 9075. Support: 8275, 8175 & 8075.
6. WSBP
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 298 – 304, dengan target harga secara bertahap di level 310, 330, 352 dan 372. Support: 298 & 288.
(akr)
Lihat Juga :