Sebanyak 8.000 Santri Siap Terjun ke Dunia Usaha

Selasa, 21 Januari 2020 - 18:01 WIB
Sebanyak 8.000 Santri...
Sebanyak 8.000 Santri Siap Terjun ke Dunia Usaha
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mencetak lebih dari 8.000 wirausaha industri baru dari lingkungan pondok pesantren (ponpes) melalui program Santripreneur.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menegah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, lulusan ini diharapkan dapat turut menumbuhkan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang ujungnya akan mendorong roda perekonomian nasional.

"Sejak tahun 2013 hingga saat ini, kami telah melakukan pembinaan kepada 46 ponpes yang tersebar di tujuh provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Lampung, Kalimantan Timur, dan Banten dengan jumlah peserta yang dibina sebanyak 8.128 santri," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Gati menyebutkan, sepanjang tahun 2019, program Santripreneur telah menjangkau 21 ponpes dan membina sebanyak 4.700 santri. Ke-21 ponpes tersebut meliputi enam di wilayah Jawa Timur, tiga di Jawa Tengah, delapan di Jawa Barat, dan empat di Banten.

"Mereka telah kami bekali pengetahuan, motivasi kewirausahaan, serta pelatihan produksi industri. Kami juga memberikan bantuan mesin dan peralatan produksi sesuai bidang usaha yang ditekuni di ponpes tersebut," tuturnya.

Adapun mesin dan peralatan yang telah difasilitasi, antara lain untuk pengolahan sampah serta produksi sepatu hingga batako. Selain itu untuk produksi konveksi, pangan, makanan dan minuman, kerajinan, pupuk organik cair, kosmetik, serta perbengkelan.

Menurut Gati, program Santripreneur sudah berhasil diterapkan dengan baik sampai saat ini oleh ponpes yang mendapatkan pembinaan dan pelatihan. Contohnya adalah pelatihan produksi alas kaki di ponpes Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada tahun 2017.

"Ponpes itu sudah mampu menghasilkan unit industri alas kaki yang memproduksi lebih dari 4.000 pasang sandal jepit spon per bulan," ungkapnya.

Di samping itu, dari pelaksanaan bimbingan teknis perbengkelan roda dua di Ponpes Suryalaya, Tasikmalaya, sudah berhasil membuat alumninya membuka usaha bengkel sendiri. Bahkan, bimtek pengembangan unit usaha kopi di Ponpes Al Ittifaq, Bandung yang dalam jangka waktu sebulan dari pelatihan, koperasi di Ponpes tersebut berhasil meningkatkan nilai jual produk kopinya.

Gati optimistis ponpes mampu mendukung pengembangan IKM nasional yang berdaya saing di kancah global. Ke depan, Ditjen IKMA akan terus membina dan melatih para santri di seluruh wilayah Indonesia melalui program bimbingan teknis serta memfasilitasi pemberian bantuan alat dan mesin.

"Kami meyakini para santri generasi muda akan mampu menjadi agen perubahan yang strategis dalam membangun bangsa dan perekonomian Indonesia di masa mendatang," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
Pelaku IKM Dapat Penghargaan...
Pelaku IKM Dapat Penghargaan Upakarti, Dewi Motik: Ini Bisa Memberi Motivasi
Dukung Pertumbuhan IKM,...
Dukung Pertumbuhan IKM, Pemprov Lampung Alokasikan Anggaran Rp1,2 Triliun
IKM Pangan Capai 1,86...
IKM Pangan Capai 1,86 Juta Unit Usaha, IFI Menyeleksi yang Terbaik
Pelaku IKM di Palopo...
Pelaku IKM di Palopo Didorong Berinovasi Pengolahan Produksi Sagu
Kelompok IKM di Luwu...
Kelompok IKM di Luwu Utara Pasarkan Produk Kerajinan Hingga ke Jawa
Berita Terkini
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
21 menit yang lalu
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
2 jam yang lalu
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
2 jam yang lalu
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
12 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
12 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved