Kurs Rupiah Sesi Pagi Menguat Tipis, Yuan China Tergerus Wabah Virus

Rabu, 22 Januari 2020 - 10:25 WIB
Kurs Rupiah Sesi Pagi...
Kurs Rupiah Sesi Pagi Menguat Tipis, Yuan China Tergerus Wabah Virus
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Rabu (22/1/2020) dibuka merangkak naik, setelah sebelumnya berakhir loyo. Perbaikan kurs rupiah terlihat, meski menurut data pagi Jisdor BI masih mengalami tekanan saat Yuan China tergerus wabah virus misterius yang terus menyebar hingga kini telah mencapai AS.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka sedikit lebih rendah menjadi Rp13.678/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah meneruskan tren kejatuhan usai kemarin di posisi Rp13.658/USD.

Sementara menurut data Yahoo Finance justru menunjukkan peningkatan dimana rupiah pada sesi pagi perdagangan bertengger di level Rp13.654 per USD dengan pergerakan harian Rp13.654 hingga Rp13.654/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal perbaikan rupiah dibandingkan sebelumnya Rp13.665/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange justru memperlihatkan tren positif dengan penguatan menuju Rp13.665/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.669/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.664-Rp13.685/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi ikut bangkit pada level Rp13.661 per USD. Melonjak naik, rupiah terlihat balik melawan bila melihat sesi perdagangan sebelumnya Rp13.685/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Yen mendapatkan dukungan ketika Yuan China tergerus untuk semakin melemah akibat wabah virus corona. Investor masih mencoba menilai risiko dari menyebarnya wabah virus corona baru di China, apakah dapat mengganggu perekonomian negara dan mitra perdagangan.

Virus yang menyebabkan jenis pneumonia telah menyebar ke kota besar termasuk Beijing dan Shanghai ketika jumlah pasien di China terus bertambah tiga kali lipat. Lebih banyak kasus juga dilaporkan di luar China, termasuk Amerika Serikat.

Terhadap yen, dolar AS tergelincir ke posisi 109,86 ketika Selasa kemarin tercatat cukup tinggi pada level 110,23. Yuan pada perdagangan offshore kehilangan 0,6% pada hari Selasa, untuk menjadi kejatuhan terbesar dalam lebih dari sebulan, dan di sesi terakhir berdiri pada level 6,9100 yuan per dolar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved