Dukung Belanja Alutsista, Sri Mulyani Beri Catatan ke Prabowo

Senin, 27 Januari 2020 - 16:46 WIB
Dukung Belanja Alutsista,...
Dukung Belanja Alutsista, Sri Mulyani Beri Catatan ke Prabowo
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan, agar pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus dilakukan secara efektif dan efisien. Seperi diketahui sebelumnya Menkeu menyatakan siap mendukung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam modernisasi alat utama sistem pertahanan (alusista) Indonesia.

"Kemenhan anggarannya berasal dari rupiah murni yang diambil dari pajak, pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri. Banyak peralatan militer kita dibeli dari luar negeri," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Lebih lanjut Ia menekankan, pembelian alutsista diputuskan dan digunakan secara cermat dan efektif, terutama bila sumber dana pembelian dari pinjaman luar negeri. Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan strategisnya dalam menjaga keamanan republik, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mendapatkan alokasi anggaran APBN terbesar tahun 2020, yaitu sebesar Rp131 triliun.

Angka ini meningkat dari anggaran tahun lalu Rp110 triliun. “Pinjaman dalam negeri masih relatif tidak bermasalah, yang sering bermasalah adalah pinjaman luar negeri," paparnya.

Lebih lanjut Ia menerangkan banyak alutsista dibeli dari berbagai macam negara dan ini membutuhkan suatu pemikiran dan keputusan bersama strategi dari Kemenhan dan Panglima, Kepala Staf. Menurutnya membicarakan kebutuhan secara matang dan memberikan kepastian, sebab ketika ada pergantian pejabat tidak mengganggu proses yang sudah dilakukan sebelumnya.

"Itu mau seperti apa komposisi, sumbernya, asalnya. Itu adalah keputusan strategis di institusi ini. Kami akan ikut mendukungnya apapun yang menjadi keputusan Bapak dan Ibu sekalian,” jelasnya.

Dia pun menambahkan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI perlu duduk bersama agar belanja alutsista dapat lebih efisien dan memberikan kepastian. Jangan sampai karena ada pergantian pejabat tinggi Kemenhan atau TNI, lalu peralatan yang sudah direncankan akan dibeli diganti lagi.

Padahal anggarannya sudah disediakan dan prosesnya harus dimulai lagi dari awal. "Kelemahan lainnya adalah ketidakmampuan di dalam mengeksekusi belanja secara tepat waktu, tepat kualitas dan konsisten," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
Konferensi Pers APBN...
Konferensi Pers APBN Kita Kembali Ditunda, Ada Apa?
Sah, Laporan Pertanggungjawaban...
Sah, Laporan Pertanggungjawaban APBN 2019 Disetujui Banggar DPR
Pengadaan Alutsista...
Pengadaan Alutsista TNI Harus Didukung Anggaran Perawatan dan Inhan Dalam Negeri
Modernisasi Alutsista...
Modernisasi Alutsista Dinilai Tak Perlu Tunggu Pandemi Covid-19 Berlalu
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
59 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
2 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
5 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved