Dongkrak Kelas Menengah di Indonesia, Ini Saran Bank Dunia

Kamis, 30 Januari 2020 - 14:24 WIB
Dongkrak Kelas Menengah...
Dongkrak Kelas Menengah di Indonesia, Ini Saran Bank Dunia
A A A
JAKARTA - Bank Dunia menyatakan masih ada 115 juta orang Indonesia yang sebetulnya sudah keluar dari garis kemiskinan namun mereka masih "antri" untuk bisa masuk ke kategori kelas menengah.

Padahal, peran kelas menengah sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut Bank Dunia, kelas menengah telah tumbuh lebih cepat daripada kelompok lain, dimana sekarang ada setidaknya 52 juta orang Indonesia yang secara ekonomi aman, atau satu dari lima orang Indonesia.

Dalam laporan yang dipublikasikan hari ini, Kamis (30/1/2020), Bank Dunia mengungkapkan, kelas menengah Indonesia telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi karena konsumsi oleh kelompok ini tumbuh 12% setiap tahun sejak tahun 2002 dan sekarang mewakili hampir setengah dari seluruh konsumsi rumah tangga di Indonesia.

"Memperluas populasi kelas menengah sangat penting untuk membuka potensi pembangunan Indonesia dan mendorong Indonesia ke status negara berpenghasilan tinggi," kata Bank Dunia dalam laporan bertajuk Aspirasi Indonesia: Memperluas Kelas Menengah.

Selama 50 tahun terakhir Indonesia telah mempertahankan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 5,6% dalam PDB, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan penurunan substansial dalam kemiskinan ekstrem, yang menjadikan Indonesia mencapai status negara pendapatan menengah.

Tantangan saat ini adalah agar Indonesia membuat pertumbuhan menjadi lebih inklusif dengan menyediakan mobilitas ekonomi dan menumbuhkan kelas menengah.

Untuk itu, Bank Dunia menyebutkan beberapa cara untuk memperluas kelas menengah Indonesia. Antara lain meningkatkan kualitas pendidikan menengah dan memperbaiki layanan kesehatan universal untuk memberikan perlindungan bagai masyarakat dari gangguan kesehatan. Juga, memperkuat pemberian layanan lokal untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, air dan sanitasi yang diberikan kepada warga.

Selain itu, memperbaiki kebijakan dan administrasi pajak yang memungkinkan pemerintah untuk mengumpulkan lebih banyak dari kelas menengah yang tumbuh dan berinvestasi dalam infrastruktur yang sangat penting untuk produktivitas.

Di sisi lain, Bank Dunia juga memandang perlunya reformasi untuk kontrak sosial baru yang mengikat negara dan warganya yang semakin makmur ke dalam pengaturan yang saling menguntungkan.

"Inisiatif oleh pemerintah untuk menyediakan layanan publik yang lebih berkualitas untuk menciptakan jalur untuk mobilitas ke atas melalui pekerjaan yang lebih baik, dan perlunya ketahanan ekonomi melalui perlindungan sosial yang lebih kuat dan pendapatan pajak yang meningkat," sebut Bank Dunia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Tahun Terakhir, Kelas...
5 Tahun Terakhir, Kelas Menengah Indonesia Tergerus
Turun Kelas, Indonesia...
Turun Kelas, Indonesia Jadi Negara Berpenghasilan Menengah Bawah
Bank Dunia Rilis Ketentuan...
Bank Dunia Rilis Ketentuan Baru, 13 Juta Kelas Menengah RI Mendadak Jatuh Miskin
Banyak Kelas Menengah...
Banyak Kelas Menengah Indonesia Jatuh Miskin, Menko PMK Terus Pantau
Data Kemiskinan BPS...
Data Kemiskinan BPS Dipoles, Tak Sesuai Kondisi Nyata di Lapangan
Beban Ekonomi Makin...
Beban Ekonomi Makin Berat di 2025, Kelas Menengah Terancam Jatuh Miskin
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
3 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
4 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
4 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
4 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
5 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved