Ngerinya Dampak Inflasi, Bisa Bikin Kelas Menengah Jatuh Miskin
Sabtu, 17 September 2022 - 22:30 WIB
loading...
Dampak inflasi bisa menambah jumlah orang miskin. Foto/YorriFarli/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom sekaligus Direktur Celios Bhima Yudhistira mengatakan, inflasi berisiko menyebabkan daya beli masyarakat mengalami penurunan. Inflasi yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh gangguan rantai pasok, bukan karena naiknya permintaan masyarakat.
Baca juga: Harga Minyak Naik Tipis, Prospek Suku Bunga dan Inflasi Jadi Katalis
"Yang dikhawatirkan, setelah inflasi tinggi maka berujung pada stagflasi, yakni output produksi dan kesempatan kerja menurun. Inflasi juga meningkatkan garis kemiskinan sehingga orang yang tadinya masuk kategori kelas menengah, turun menjadi orang miskin baru," ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Sabtu (17/9/2022).
Selain itu inflasi akan menyebabkan naiknya tingkat suku bunga acuan dan banyak sekali masyarakat maupun pelaku usaha akan mengalami kenaikan bunga pinjaman. Pemerintah diminta untuk mengantisipasi dampak inflasi.
"Sebaiknya pemerintah mulai lakukan beberapa relaksasi seperti penurunan tarif PPN (pajak pertambahan nilai) dari 11% menjadi 8% agar harga barang di level konsumen lebih rendah. Kemudian berikan subsidi bagi transportasi umum," ungkapnya.
Baca juga: Harga Minyak Naik Tipis, Prospek Suku Bunga dan Inflasi Jadi Katalis
"Yang dikhawatirkan, setelah inflasi tinggi maka berujung pada stagflasi, yakni output produksi dan kesempatan kerja menurun. Inflasi juga meningkatkan garis kemiskinan sehingga orang yang tadinya masuk kategori kelas menengah, turun menjadi orang miskin baru," ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Sabtu (17/9/2022).
Selain itu inflasi akan menyebabkan naiknya tingkat suku bunga acuan dan banyak sekali masyarakat maupun pelaku usaha akan mengalami kenaikan bunga pinjaman. Pemerintah diminta untuk mengantisipasi dampak inflasi.
"Sebaiknya pemerintah mulai lakukan beberapa relaksasi seperti penurunan tarif PPN (pajak pertambahan nilai) dari 11% menjadi 8% agar harga barang di level konsumen lebih rendah. Kemudian berikan subsidi bagi transportasi umum," ungkapnya.
Lihat Juga :