Indef Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tidak Realistis

Kamis, 06 Februari 2020 - 17:13 WIB
Indef Sebut Target Pertumbuhan...
Indef Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tidak Realistis
A A A
JAKARTA - Pemerintah tetap meyakini ekonomi pada tahun 2020 akan tumbuh dengan baik dengan target pertumbuhan sebesar 5,3%. Meskipun sepnajnga tahun 2019 pertumbuhan ekonomi meleset dari target 5,2% dan hanya mencapai 5,02%.

Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengatakan, target pemerintah tahun ini yang sebesar 5,3% tidak realistis. Sebab, banyak tantangan yang harus dihadapi dari imbas gejolak perlambatan global sejak tahun lalu akan berlanjut hingga tahun ini.

Salah satunya adalah perlambatan perekonomian negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan China yang akan berpengaruh pada negara berkembang, termasuk Indonesia. Apalagi, saat ini China tengah dilanda wabah virus corona yang juga telah menyebar ke beberapa negara.

"Proyeksi 5,3% enggak realistis, karena 2020 sangat tertekan. Karena ekonomi China bukan karena performa, tapi juga masalah corona," ujar Tauhid di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Dia menjelaskan, lalu lintas ekspor maupun impor antara Indonesia dan China juga turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Wabah virus corona menyebabkan aktivitas ekonomi dan perdagangan China terhambat.

"China bukan hanya impor, 16% sudah enggak bisa menyerap ekspor. Dari persaingan sudah enggak maksimal. Ekspor bahan mentah saat migrasi dari China ke negara lain sulit, terutama negara yang memiliki produk yang sama," tuturnya.

Selain itu, sektor industri pengolahan pun diperkirakan akan melemah. Padahal, melalui industri pengolahan dapat menyerap tenaga kerja yang akan mempengaruhi konsumsi dan pertumbuhan ekonomi. "Sektor industri pengolahan melemah, penerimaan pajak juga menurun," imbuhnya.

Meskipun pemerintah telah membuat reformasi regulasi melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law, kata dia, pengaruhnya tidak dapat dirasakan secara langsung. "Sebab kebijakan antar pusat dan daerah cenderung sering tak kompak," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indef Perkirakan Pertumbuhan...
Indef Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 Capai 4,3%
Akhiri Resesi, Indef:...
Akhiri Resesi, Indef: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Sekitar 3-4%
Indef Beberkan Ramalan...
Indef Beberkan Ramalan Ekonomi Indonesia di 2023: Tingkat Kemiskinan 9,3 Persen
Menilik Kekhawatiran...
Menilik Kekhawatiran di Balik Angka Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Ekonomi RI Diproyeksi...
Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen di 2025, Begini Catatan Indef
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
4 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved