China Turunkan Tarif Produk AS, Rupiah Semakin Berkibar

Kamis, 06 Februari 2020 - 17:19 WIB
China Turunkan Tarif...
China Turunkan Tarif Produk AS, Rupiah Semakin Berkibar
A A A
JAKARTA - Langkah Beijing yang menurunkan tarif impor produk Amerika Serikat sebesar USD75 miliar, semakin menguatkan pasar aset berisiko, termasuk rupiah. Indeks Bloomberg mencatat rupiah pada Kamis (6/2/2020) ditutup berkibar 56 poin atau 0,14% menjadi Rp13.634 per USD.

Sesi pembukaan, rupiah dibuka reli dengan penguatan 35 poin atau 0,26% ke level Rp13.655 per USD, dibandingkan penutupan Rabu lalu di Rp13.690 per USD. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.610-Rp13.670 per USD.

Penguatan rupiah juga tercatat di Yahoo Finance, dengan melonjak 89 poin atau 0,64% ke Rp13.625 per USD, dibandingkan penutupan kemarin di Rp13.714 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di Rp13.600-Rp13.714 per USD.

Rupiah menguat bersama sejumlah mata uang Asia lainnya, seperti won Korea Selatan naik 0,95%, dolar Taiwan menguat 0,21%, peso Filipina bertambah 0,15%, dan yuan China yang menguat menjadi 6,97 per USD.

Melansir dari Reuters, langkah China yang menurunkan tarif produk impor dari AS dari 10% menjadi 5%, suatu isyarat baik bagi perekonomian global ditengah ancaman wabah virus corona.

Investor pun mulai keluar dari aset-aset safe haven dan menaruh dana ke aset berisiko. Selain pemotongan tarif barang AS, ini ditambah dengan langkah Pemerintah China yang sebelumnya memompa miliaran dolar AS ke pasar uang untuk mendukung ekonomi negaranya menghadapi dampak virus corona.

Sementara itu, indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama berada di 98,288, setelah sebelumnya berada di 98,307.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.897 per Dolar AS
Pimpin BRICS Hadapi...
Pimpin BRICS Hadapi Perang Dagang AS, China Susun Rencana Baru
Rupiah Sepekan, Melemah...
Rupiah Sepekan, Melemah Imbas Kekhawatiran Ekonomi AS dan China
AS Was-was dengan Ekonomi...
AS Was-was dengan Ekonomi China, Dolar Rontok Rupiah Menguat
Rusia: Dolar Jadi Senjata...
Rusia: Dolar Jadi Senjata AS untuk Perang Dagang Global
Rupiah Ditutup Menguat,...
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Loyo ke Rp16.754
Berita Terkini
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
29 menit yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
48 menit yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
1 jam yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
1 jam yang lalu
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
2 jam yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
2 jam yang lalu
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved