Persaingan Sektor Perbankan Diprediksi Makin Ketat di 2020

Kamis, 06 Februari 2020 - 18:01 WIB
Persaingan Sektor Perbankan...
Persaingan Sektor Perbankan Diprediksi Makin Ketat di 2020
A A A
JAKARTA - Perekonomian Indonesia pada tahun ini diperkirakan menghadapi makin banyak tantangan. Salah satunya di sektor perbankan, di mana persaingan diperkirakan semakin ketat.

Center of Innovation and Digital Economy Indef Hanif Muhammad menyebut persaingan antarbank akan semakin ketat dengan kehadiran teknologi keuangan (financial technology/fintech) yang lebih praktis.

Hal tersebut menurutnya terlihat dalam konteks konsumsi domestik, nilai transkasi uang elektronik, kartu debit dan kartu kredit yang sempat tumbuh 13,18% pada triwulan IV/2018, melambat signifikan di akhir 2019 menjadi hanya 3,85%.

"Hal ini dapat memperlihatkan konsumsi masyarakat yang menurun dan juga memperkuat argumen bahwa persaingan bank kian ketat, terutama dengan kehadiran fintech," ujar Hanif di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Menurutnya, saat ini masyarakat cenderung menggunakan aplikasi pembayaran yang terintegrasi dengan transportasi online, e-dagang, hiburan, dan sejenisnya yang terkoneksi dengan uang elektronik dan dompet digital yang berpengaruh signifikan terhadap uang yang beredar dan transaksi perbankan.

"Seperti Go Pay yang terintegrasi dengan Gojek atau OVO yang terintegrasi dengan Grab. Di sana kan ada juga pembelian tiket, hiburan, dan macam-macam," tuturnya.

Hingga pertengahan 2019, lanjutnya, setidaknya terdapat 38 dompet elektronik yang mendapatkan lisensi resmi dan jumlahnya akan terus meningkat seiring dengan terus berkembangnya dan terintegrasinya berbagai platform ekonomi digital.

Hanif menambahkan, pemerintah dan BI sebagai regilator dalam sistem pembayaran harus semakin aktif untuk terlibat dalam pengembangan solusi sistem pembayaran termasuk dalam isu blokchain dan cryprocurrency karena mengutamakan kemudahan.

"Beberapa negara telah mengkaji penggunaan mata uang kripto untuk menggantikan, bahkan Jerman saat ini telah sepenuhnya melegalkan bitcoin yang memungkinkan warga negara untuk bertransaksi dan berdagang," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
18 Bank Bangkrut Tahun...
18 Bank Bangkrut Tahun ini!, Melampaui Angka Bank Jatuh Setiap Tahun
BRI Micro & SME Index...
BRI Micro & SME Index Jadi Acuan Pengembangan UMKM di Indonesia
Deretan Bank-bank Ini...
Deretan Bank-bank Ini Masuk dalam Indonesia Top 40 Bank Awards 2021
Demi Gaet Nasabah, Ini...
Demi Gaet Nasabah, Ini Inovasi Menarik dari Bank Saqu
Beban Operasional Bank...
Beban Operasional Bank Melonjak 80%, Ekonom: Perlu Ditekan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
32 menit yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
1 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
1 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
1 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
2 jam yang lalu
Infografis
Makin Brutal, Israel...
Makin Brutal, Israel Bakar Rumah-rumah Warga di Tepi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved