Serapan LNG ke China Berpotensi Turun Akibat Virus Corona

Jum'at, 07 Februari 2020 - 16:36 WIB
Serapan LNG ke China...
Serapan LNG ke China Berpotensi Turun Akibat Virus Corona
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengantisipasi rendahnya serapan gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) dari China akibat wabah virus corona di negara tersebut.

Berdasarkan informasi, perusahaan migas asal China (China National Offshore Oil Corporation/CNOOC) baru-baru ini mengumumkan adanya kondisi force majure karena wabah virus Corona.

Dengan adanya deklarasi force majure tersebut maka CNOOC menunda kewajiban mereka untuk memenuhi kontrak jika ada kejadian tak terduga seperti serangan dan bencana alam sehingga kiriman kargo LNG dari Kilang Tangguh, di Papua ke Fujian, China yang dikelola BP berpotensi terdampak kebijakan CNOOC tersebut.

“Kami dengan penjual diskusi, kemana kalau ada pembatalan-pembatalan kargo. Kalau ada pengembalian sebabkan stok menumpuk maka tentu kami jual ke pasar spot,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Meski begitu, pihaknya sampai saat ini belum memperoleh laporan resmi dari BP jika terjadi penguranan kargo LNG ke China. Kendati begitu, imbuhnya, sejumlah langkah pun disiapkan untuk mengantisipasi potensi terjadinya penurunan lifting gas akibat serapan gas ke China tidak optimal.

Selain itu, kata dia, antisipasi juga disiapkan supaya LNG tidak menumpuk di kilang. “Larinya memang ke penurunan produksi atau lifting. Untuk itu, kami terus melakukan diskusi supaya tidak turun,” ujarnya.

Mantan Direktur Utama Pertamina ini juga menyampaikan bahwa potensi penurunan lifting tidak berpengaruh terhadap pendapatan negara. Pasalnya, telah terikat dengan take or pay. “Mereka terikat dengan take or pay sehingga tidak terdampak,” kata dia.

Hal senada juga dikatakan oleh Deputi Monetisasi dan Keuangan SKK Migas, Arief Handoko. Pihaknya mengatakan bahwa BP memang memiliki kontrak pengiriman LNG ke China nanu sampai saat ini belum menerima laporan jika terjadi pengembalian kargo LNG dari CNOOC. “Memang ada BP kirim ke Fujian tapi hingga sekarang belum ada informasi kargo balik,” ungkapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Corona Bikin...
Pandemi Corona Bikin Penjualan LNG Domestik Turun Tajam
Butuh Terobosan untuk...
Butuh Terobosan untuk Genjot Pasar Gas Alam di Indonesia
Pertamina-Medco Salurkan...
Pertamina-Medco Salurkan Gas Perdana ke Kilang Mini LNG
Lapangan Gas Kepodang...
Lapangan Gas Kepodang Siap-siap Kembali Beroperasi
SKK Migas Antipasi Berkurangnya...
SKK Migas Antipasi Berkurangnya Serapan Pembeli Gas Bumi
Eropa Minati Gas Alam...
Eropa Minati Gas Alam RI, SKK Migas Beberkan Kendalanya
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
55 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved