Lippo Karawaci Selesaikan Obligasi Tambahan USD95 Juta

Selasa, 11 Februari 2020 - 13:13 WIB
Lippo Karawaci Selesaikan...
Lippo Karawaci Selesaikan Obligasi Tambahan USD95 Juta
A A A
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil menyelesaikan penawaran obligasi tambahan senilai USD95 juta atas obligasi awal lima tahun senilai USD325 juta. Obligasi tambahan tersebut akan menawarkan imbal hasil sebesar 7,80%, atau 32,5 bps lebih rendah dibanding obligasi yang diluncurkan di bulan Januari 2020.

CEO LPKR John Riady mengatakan, dana dari obligasi tambahan tersebut akan digunakan untuk melunasi seluruh sisa obligasi yang jatuh tempo pada 2022. "Dengan demikian, Lippo Karawaci akan memiliki utang terbatas yang akan jatuh tempo selama lima tahun ke depan hingga 2025," ujar John dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Menurut John, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 21%, Lippo Karawaci merupakan salah satu perseroan yang memiliki rasio utang terendah di antara perusahaan properti di Indonesia. Pembiayaan kembali obligasi yang jatuh tempo pada 2022 akan lebih meningkatkan profil utang LPKR.

"Sekarang, kami berada pada posisi tidak ada utang besar yang akan jatuh tempo hingga 2025 dan kami akan fokus pada peluncuran produk perumahan, penjualan persediaan serta peningkatan pra penjualan secara keseluruhan," katanya.

John menuturkan, penawaran ini mendapatkan respon yang sangat positif di kalangan investor. Penawaran obligasi tambahan tersebut mendapat kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir 2 kali lipat dengan nilai pemesanan sebesar USD183 juta

Penawaran obligasi terbaru LPKR ini didukung oleh joint global coordinators and bookrunners diantaranya Credit Suisse, BNP Paribas dan Deutche Bank serta joint bookrunners Citi, CIMB dan Mandiri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Kinerja...
Pertumbuhan Kinerja SILO Dukung Peningkatan Pendapatan LPKR
Pertumbuhan Penjualan...
Pertumbuhan Penjualan Properti LPKR Diprediksi Berlanjut pada Semester II/2021
LPKR dan LPCK Resmi...
LPKR dan LPCK Resmi Bergabung ke Dalam Daftar Efek Syariah
Perluas Jangkauan Pasar,...
Perluas Jangkauan Pasar, LPKR Targetkan Pra Penjualan Rp4,9 Triliun
LPKR Cetak Laba Bersih...
LPKR Cetak Laba Bersih Rp1,1 Triliun di Kuartal I/2023
Sektor Properti Pulih,...
Sektor Properti Pulih, Pra Penjualan LPKR Tembus Rp2,67 Triliun
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
1 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
2 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
2 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved