Imbas Virus Corona, Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa di Bawah 5%

Selasa, 11 Februari 2020 - 16:48 WIB
Imbas Virus Corona,...
Imbas Virus Corona, Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa di Bawah 5%
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5% imbas dari wabah virus corona. Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan mengatakan, tantangan tahun ini berubah drastis akibat dari wabah virus corona yang terjadi di China.

Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, dampak dari virus corona akan menurunkan 1% GDP China. Sementara dengan turunnya 1% GDP China akan menurunkan 0,3% GDP Indonesia. Namun berdasarkan kajian BPPP, jika pertumbuhan ekonomi China turun 1% maka pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut turun sebesar 0,23%.

"Jadi kalau Bank Dunia 0,3%, kami lebih konservatif 0,23%. Bukan menghibur, tapi berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan secara ilmiah," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Kasan melanjutkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% dalam APBN 2020. Dengan wabah virus corona ini diproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun 4,7%. "Sehingga kalau China dari 6%, menjadi mendekati 5%, bisa dibayangkan. Kalau target 5,3% dikurangi 0,6%. Tinggal 4,7%. Itu sederhananya," ungkapnya.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, pembatasan mobilitas orang dari dan ke China akan memukul sektor pariwisata dan transportasi. "Dampaknya terhadap pariwisata jauh lebih luas lagi, bukan hanya wisman China tapi hampir semua wisman mengalami penurunan drastis untuk masuk ke Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, pelemahan ekonomi dan pembatasan mobilitas orang akan menekan potensi FDI dari China. Seperti diketahui, FDI dari China meningkat sangat pesat dalam 5 tahun terakhir. China merupakan investor terbesar kedua setelah Singapura, mengalahkan Jepang pada tahun 2019.

"CORE memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,9-5,1% karena faktor ketidakpastian meningkat di 2020. Kalau kemudian virus ini berlangsung secara lama, ini akan megarah pada potensi pertumbuhan 4,9%," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
38 menit yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
58 menit yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
1 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
2 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
3 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
3 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved