Perluas Pembayaran Non Tunai, SIM Diuji Coba Jadi E-Money

Kamis, 13 Februari 2020 - 17:18 WIB
Perluas Pembayaran Non...
Perluas Pembayaran Non Tunai, SIM Diuji Coba Jadi E-Money
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus memperluas sistem pembayaran non tunai yang tidak hanya di pusat tapi hingga ke pelosok daerah. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, salah satu yang akan diperluas hingga ke daerah adalah Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai uang elektronik atau e-money.

Sambung Perry menerangkan, perluasan Smart SIM ini sebagai salah satu upaya percepatan dan perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (pemda). Sehingga transaksi secara nontunai akan semakin meluas di Indonesia. Hal ini sejalan dengan penandatanganan percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETP) bersama Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait.

"Sekarang SIM juga uji coba, untuk DKI SIM sudah bisa jadi e-money (uang elektronik), bisa bayar tol dan lain-lain. Mudah-mudahan dalam 3 bulan bisa diperluas ke berbagai daerah," ujar Perry Warjiyo di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Perry berharap, sistem ini bisa diterapkan dalam waktu dekat secara nasional. Sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tidak hanya di pusat tetapi juga daerah. Sebagai informasi Smart SIM dilengkapi dengan ragam fitur canggih, berbeda dari SIM pada umumnya. Di antaranya memuat data pelanggaran hingga data kecelakaan si pengguna.

SIM ini juga memiliki fungsi uang elektronik yang bisa digunakan untuk membayar tol, parkir ataupun sebagai alat transaksi saat berbelanja. Pengisian saldo maksimal di Smart SIM itu sebesar Rp2 juta.

Perry menyatakan, melalui perluasan elektronifikasi di daerah bisa mendorong efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan, termasuk anggaran dari pusat ke daerah. Selain itu, bakal meningkatkan pendapatan di daerah tersebut. "Dengan efektivitas dan efisiensi melalui elektronifikasi, maka transaksi pemda juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi, baik di pusat maupun daerah. Juga mendorong inklusi keuangan di pusat dan daerah," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hingga Juli, Transaksi...
Hingga Juli, Transaksi E-Money Mandiri Capai Rp7,4 Triliun
Gerakan Nasional Non...
Gerakan Nasional Non Tunai
Apa Benar Uang Baru...
Apa Benar Uang Baru Bertentangan dengan Gerakan Non Tunai? Simak Penjelasan Ekonom!
Upaya Memperluas Transaksi...
Upaya Memperluas Transaksi Non-Tunai di Commuter Line
Dukung Pembayaran Non-Tunai,...
Dukung Pembayaran Non-Tunai, BNI Perluas Akseptansi TapCash
Uang Kartal Belum Hilang...
Uang Kartal Belum Hilang Ditelan Transaksi Non-Tunai
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved