Apa Benar Uang Baru Bertentangan dengan Gerakan Non Tunai? Simak Penjelasan Ekonom!

Jum'at, 21 Agustus 2020 - 13:14 WIB
loading...
Apa Benar Uang Baru...
Uang baru pecahan Rp75.000. Foto/Yorri Farli/SINDO Photo
A A A
JAKARTA - Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) baru saja meluncurkan uang baru pecahan Rp75.000 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-75. Nah, apa benar penerbitan uang baru tersebut bertentangan dengan gerakan non tunai?

Menurut Pengamat Ekonomi Piter Abdullah penerbitan uang baru tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan semangat gerakan non tunai. Selain Itu, perlu dipahami bahwa BI secara regular tetap melakukan pencetakan uang.

"Hal ini tidak bertentangan dengan semangat gerakan non tunai. Meskipun BI mendorong gerakan non tunai, uang kuartal tetap harus dicetak dan diedarkan," kata dia saat dihubungi SINDOnews, di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Baca Juga: Halo Gaes! Mulai Oktober, Tukar Duit Baru Rp75.000 Bisa di Bank Mandiri Lho..

Dia mengatakan peluncuran uang tersebut namanya commerative money, diterbitkan hanya sekali. Jadi walaupun merupakan uang yang sah dan bisa digunakan untuk pembayaran tapi tujuan utamanya bukan untuk transaksi.

Bahkan, BI sebelumnya sudah pernah menerbitkan uang peringatan kemerdekaan 25 tahun, 45 tahun dan 50 tahun. "Uang ini sifatnya terbatas. Lebih banyak digunakan sebagai uang koleksi," kata dia.Baca Juga: Antrean Pemesanan Uang Rp75 Ribu di BI Solo Penuh hingga September
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rupiah Semakin Terpuruk...
Rupiah Semakin Terpuruk Dekati Rp17.900 per Dolar AS, BI Buka Suara
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
BI Targetkan QRIS Terhubung...
BI Targetkan QRIS Terhubung ke India hingga Timor Leste Tahun Ini
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved