Neraca Dagang Januari 2020 Diprediksi Ekonom Cetak Surplus

Senin, 17 Februari 2020 - 06:18 WIB
Neraca Dagang Januari...
Neraca Dagang Januari 2020 Diprediksi Ekonom Cetak Surplus
A A A
JAKARTA - Neraca perdagangan pada bulan Januari 2020 diperkirakan oleh ekonom Bank Permata Josua Pardede, bakal mencetak surplus USD67juta. Adapun surplus kecil neraca perdagangan bulan Januari dipengaruhi oleh ekspektasi laju bulanan impor yang terkontraksi lebih besar dibandingkan laju ekspor.

"Kinerja ekspor bulan Januari 2020 diperkirakan terkontraksi -4,4%month of mont (mom) atau melambat -0,7%year on year (yoy) yang didorong oleh penurunan dari sisi harga maupun volume secara bersamaan," ujar Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta.

Sambung dia menerangkan, perlambatan laju ekspor didorong oleh kontraksi harga komoditas, di mana CPO mengalami penurunan harga sebesar -11,54%mtm, karet juga mengalami penurunan harga sebesar -4,89%mtm. Sementara harga batu bara hanya naik tipis 1,18% mtm.

"Selain kenaikan harga komoditas, volume eskpor pun diperkirakan menurun seiring adanya penurunan PMI dari 2 mitra dagang utama Indonesia yakni AS dan Tiongkok, sementara negara/kawasan lainnya seperti Jepang, India, dan Eropa mengalami kenaikan PMI," katanya.

Sementara itu, laju impor diperkirakan terkontraksi -5,1%mtm atau turun -8,2%yoy. Hal ini akibat dari adanya penurunan harga minyak sebesar 15,56%mtm, yang akan mendorong penurunan impor migas secara bulanan.

"Penurunan impor juga akan didorong oleh kontraksi impor non-migas akibat industri manufaktur Indonesia masih dalam kondisi terkontraksi. Selain itu, masih rendahnya impor bahan baku dan barang modal juga dipengaruhi faktor siklus awal tahun dimana aktivitas pabrik atau industri dalam negeri belum maksimal," jelasnya.

Selain faktor siklus tersebut, mempertimbangkan penyebaran virus corona yang bersamaan dengan perayaan Chinese New Year di China diperkirakakan akan mengurangi volume perdagangan. "Terkait dengan isu virus Corona, permintaan impor bahan baku dari Tiongkok belum meningkat tajam di awal tahun dan mengingat inventory atau supply bahan baku masih cukup untuk memenuhi permintaan produksi industri, maka dampak dari virus corona belum cukup signifikan," papar Josua.

Namun demikian, dampaknya akan lebih signifikan mempengaruhi sekitar bulan Februari dan Maret dan akan berpengaruh besar terhadap defisit transaksi berjalan pada kuartal I tahun 2020.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PPKM Darurat Tak Akan...
PPKM Darurat Tak Akan Menghentikan Laju Surplus Neraca Perdagangan
Jaga Rekor 43 Bulan...
Jaga Rekor 43 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI November 2023 Cetak Surplus USD4,62 Miliar
Hebat, Neraca Dagang...
Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Impor Tinggi, Neraca...
Impor Tinggi, Neraca Dagang Diramal Masih Bisa Surplus Tipis
Neraca Dagang November...
Neraca Dagang November 2020 Diproyeksi Cetak Surplus USD3,11 Miliar
Neraca Dagang RI Surplus,...
Neraca Dagang RI Surplus, Menang Lawan AS tapi Keok Vs Korsel
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
20 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
57 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved