KKP Gunakan Teknologi RAS untuk Siapkan Industri Benih Ikan Nasional

Rabu, 19 Februari 2020 - 12:32 WIB
KKP Gunakan Teknologi...
KKP Gunakan Teknologi RAS untuk Siapkan Industri Benih Ikan Nasional
A A A
TATELU - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan bawa teknologi pembenihan sistem Recirculation Aquaculture System (RAS) dapat meningkatkan padat tebar hingga 7 kali lipat dibandingkan dengan sistem konvensional. Teknologi ini juga mampu memangkas masa pemeliharaan, menaikkan tingkat kelulusan hidup dan tingkat keseragaman ukuran.

"Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, RAS dapat menjadi solusi mengatasi permasalahan kebutuhan benih ikan di seluruh Indonesia," ujar Edhy di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Sulawesi Utara, Selasa (18/2/2020).

Dia mengatakan, kegiatan perikanan budidaya komoditas air tawar secara khusus di Tatelu, termasuk yang terbesar di Indonesia. Ini karena ditunjang oleh potensi alam terutama kualitas air yang baik serta antusiasme masyarakat yang tinggi untuk melakukan aktifitas budidaya.

“Dalam aktivitas perikanan budidaya, masalah yang timbul selain harga pakan adalah ketersediaan benih unggul. Teknologi RAS di BPBAT Tatelu merupakan jawaban akan kekurangan benih unggul di pembudidaya untuk kawasan Indonesia Timur," ucap Edhy.

Saat ini dari Tatelu sudah melayani kebutuhan hampir di seluruh Sulawesi Utara, bahkan beberapa daerah di luar Sulawesi seperti Ambon. Edhy menyadari harga benih saat ini masih cukup tinggi di beberapa daerah. Penyebabnya adalah kondisi wilayah, jarak pengantaran serta ketersediaan yang belum merata.

“Kondisi ini dapat teratasi dengan memperbanyak penggunaan teknologi RAS di seluruh Indonesia, khususnya di sentra produksi perikanan budidaya. Jika hal ini dapat terwujud, di masa depan saya harap benih akan dapat diberikan secara gratis untuk masyarakat yang ingin melakukan kegiatan budidaya,” lanjut Edhy.

Dia meminta kepala daerah dan masyarakat untuk dapat memanfaatkan dengan baik keberadaan BPBAT Tatelu yang dapat menjadi pusat edukasi untuk masyarakat serta sumber pemecahan masalah yang dihadapi dalam berbudidaya.

“Dengan semakin banyak produksi benih yang dihasilkan dan semakin banyak masyarakat mendapatkan edukasi akan semakin banyak pula ikan yang dapat kita produksi,” pungkas Edhy.

Senada dengan Edhy, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan siap untuk mendukung program pemerintah memajukan perikanan budidaya.

“Khusus untuk masalah pakan, kami sudah melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk membangun industri pakan ikan dan ternak di Sulawesi Utara. Pihak swasta telah melakukan studi kelayakan untuk membangun industri ini di Bolaang Mongondow dimulai dengan membangun silo untuk menampung jagung dan bahan baku pakan lainnya,” jelas Olly.

Sementara itu Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyatakan bahwa teknologi RAS merupakan teknologi yang tepat dalam meningkatkan produktivitas pembenihan ikan dengan mengefisiensikan penggunaan air dan lahan, disamping menciptakan usaha yang minim dampak negatif terhadap ekologi.

“Saat ini BPBAT Tatelu juga tengah melakukan proses rekayasa pembesaran ikan dengan teknologi RAS. Hasil perekayasaan ini diharapkan dengan menghasilkan output produksi meningkat hingga lebih dari 10 kali lipat," ungkap Slamet.

Keunggulan lain dari RAS dibandingkan sistem konvensional, kata dia, karena lebih aman dari pencemaran yang terjadi di luar lingkungan perairan sehingga sanitasi dan higienitasnya lebih terjaga serta ramah lingkungan.

Selain itu, pemeliharaan yang mudah, stabilitas kualitas air lebih terjaga dan penggunaan air lebih hemat akan menjadikan teknologi pembenihan ikan intensif ini sebagai primadona baru di pembudidaya, khususnya pembenih ikan.

“Dengan fleksibilitas teknologi RAS yang dapat diterapkan untuk berbagai jenis komoditas baik tawar, payau maupun laut, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya siap untuk dapat memperbanyak teknologi ini di seluruh Indonesia,“ tutup Slamet.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Memperkuat Ketahanan...
Memperkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat Melalui Perikanan Tangkap dan Budidaya
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
KKP Proyeksikan Potensi...
KKP Proyeksikan Potensi Sumber Daya Ikan Capai 12,01 Juta Ton di 2022
Trend Pemanfaatan Anjungan...
Trend Pemanfaatan Anjungan Migas Lepas Pantai, Salah Satunya untuk Perikanan Budidaya
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
4 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
4 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
4 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
4 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
5 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
5 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved