Suku Bunga Acuan BI Turun 25 bps, Airlangga Minta Perbankan Ikut Menyesuaikan

Kamis, 20 Februari 2020 - 17:03 WIB
Suku Bunga Acuan BI...
Suku Bunga Acuan BI Turun 25 bps, Airlangga Minta Perbankan Ikut Menyesuaikan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta, agar perbankan segera menyesuaikan bunga kredit setelah Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuannya. Diketahui RDG BI memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50%.

"Yang paling penting transmisi dari BI ke perbankan itu dipercepat, karena sekarang BI Rate sudah turun tapi transisi di perbankan nya masih belum turun," ujar Menko Airlangga di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Lebih lanjut terang dia, kebijakan penurunan suku bunga BI yang diikuti oleh perbankan menurutnya akan berdampak baik pada investasi nasional. Sebab biasanya investor menilai suku bunga acuan yang rendah sebagai daya tarik menanamkan modalnya. "Tentu ini kesempatan untuk investasi karena investasi membutuhkan waktu 2 sampai 3 tahun, capital market tingkat suku bunga yang sedang turun," jelasnya.

Sebelumnya Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan, dengan mempertimbangkan kondisi global memutuskan menurunkan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Perry menjelaskan keputusan bank sentral menurunkan suku bunga dikarenakan sejalan dengan kondisi global, yaitu wabah virus corona dan menjaga pertumbuhan ekonomi domestik.

Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi.

"Koordinasi Bank Indonesia dengan pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta mempercepat reformasi struktural, termasuk dalam memitigasi dampak virus corona," kata Perry.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
BI Pangkas Suku Bunga...
BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Sinyal Positif Perkuat Daya Dorong Perekonomian
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
BI Kembali Tahan Suku...
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan November di Level 4,75%
BI Kembali Pertahankan...
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen
BI Rate Dipangkas Jadi...
BI Rate Dipangkas Jadi 6%, Ekonom: Jamu Manis Jelang Transisi Pemerintahan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
1 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
1 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
1 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
25 Negara Paling Dermawan,...
25 Negara Paling Dermawan, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved