Dua Wamen BUMN Rangkap Jadi Komisaris Dipastikan Tak Ganggu Kinerja

Jum'at, 21 Februari 2020 - 16:57 WIB
Dua Wamen BUMN Rangkap...
Dua Wamen BUMN Rangkap Jadi Komisaris Dipastikan Tak Ganggu Kinerja
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, penempatan dua Wakil Menteri (Wamen) BUMN Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo yang merangkap menjadi komisaris di perusaahan plat merah tidak akan ganggu kinerja. Adapun Budi Gunadi diketahui menjabat komisaris di PT Pertamina (Persero), sementara itu Tiko, sapaan akrab Kartika, menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Hal ini menanggapi penilaian beberapa kalangan yang mengkhawatirkan tugas dua Wamen ini tidak akan maksimal jika merangkap jabatan antara wakil menteri dengan komisaris BUMN. "Kalau kita lihat struktur perusahaan BUMN di perusahaannya, benar dan salah, ada perwakilan pemerintah gak? dan itu bukan kebijakan baru. Tetapi yang pasti menarik kita memasukkan komisaris-komisaris independen," ujar Erick di Kementerian BUMN , Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Dia mencontohkan, terkait penunjukkan Yenny Wahid sebagai komisaris independen di Garuda Indonesia. Sebagai komisaris independen, Erick menyebut tugas Yenny adalah mewakili kepentingan publik dan tidak ada kepentingan dari pihak mana pun.

"Ketika dia bicara dari hati ke hati kan simple. 'Ibu enggak wakilin saya, ibu wakilin publik, apalagi di Garuda itu tidak hanya ada isu korporasi dan lainnya'. Yang terbaik ya Bu Yenny meskipun dia bilang pre judice, ya namanya pemilihan engga ada yang sempurna," kata dia.

Terkait penempatan Tiko yang sebelumnya menjabat Komisaris Utama Bank Mandiri dan kini menjadi Komisaris Utama Bank BRI, Erick menyebut tugas yang diberikan kepadanya adalah untuk meningkatkan kinerja BRI. Meskipun diakui olehnya bidang Mandiri dan BRI berbeda.

"BRI lebih mikro dan ada salah satu yang didiskusikan kementerian bagaimana BRI bersinergi dengan PMN (Permodalan Nasional Madani) UKM-UKM pembiayaan lainnya supaya lebih efisien, apakah namanya Mekaar dan lain-lain. Ini yang lagi kita programkan salah satu di BRI dengan networknya. Sama juga kenapa kita perlu Pak Budi di Pertamina karena Pertamina sudah ada minyak, ada gas dan sebagainya," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Erick Thohir Tegaskan...
Erick Thohir Tegaskan Pergantian Wamen Untuk Mempercepat Program Kerja
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Hubungkan BUMN...
Erick Hubungkan BUMN dengan Inovasi serta Penemuan Universitas
BUMN dan Pemerintah...
BUMN dan Pemerintah Adalah Sisi Mata Uang yang Tidak Bisa Dipisahkan
Erick Minta Saran Sri...
Erick Minta Saran Sri Mulyani dan Menteri Basuki Sebelum Tentukan Direksi BUMN
Langkah Erick Thohir...
Langkah Erick Thohir Restrukturisasi Sejumlah BUMN Mendapat Dukungan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
6 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
6 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
6 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
6 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved