Sri Mulyani: Negara G20 Berkomitmen Redam Dampak Corona ke Ekonomi
Senin, 24 Februari 2020 - 17:02 WIB
Sri Mulyani: Negara G20 Berkomitmen Redam Dampak Corona ke Ekonomi
A
A
A
RIYADH - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, negara-negara G20 berkomitmen untuk menggunakan semua instrumen kebijakan guna mencapai pertumbuhan yang kuat di tengah wabah virus corona yang berpotensi besar menggerus pertumbuhan. Seperti diketahui pada tahun 2020 dan 2021, pertumbuhan ekonomi global masing-masing diperkirakan mencapai 3,3 dan 3,4%.
Tidak hanya corona, perekonomian global juga dibayangi oleh sejumlah risiko (downside risk) mencakup ketegangan geopolitik dan perdagangan, serta ketidakpastian kebijakan. Sementara penyebaran virus Corona diyakini akan mempunyai dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan dengan ketegangan perdagangan global karena dampak virus Corona menghantam berbagai lini ekonomi, baik dari sisi industri, perdagangan, investasi dan pariwisata.
“Negara-negara G20 berkomitmen untuk menggunakan semua instrumen kebijakan guna mencapai pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif, serta tahan terhadap downsize risk," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani lewat keterangan tertulis, Senin (24/2/2020).
Sambung dia menerangkan, negara G20 juga menyampaikan simpati kepada masyarakat dan negara yang terdampak virus Corona, khususnya China dan menyepakati perlunya komitmen global untuk mengatasi dampak virus Corona. Baik dalam pencegahan penyebarannya maupun munculnya virus serupa di masa depan.
Sebagai informasi, Presidensi G20 Arab Saudi tahun 2020 mengangkat tema Mewujudkan Kesempatan pada Abad ke-21 (Realizing the Opportunities of the 21st Century). Substansi dari tema ini adalah mengedepankan inklusivitas dan memberikan kesempatan lebih luas kepada kaum muda, perempuan dan pengusaha kecil serta pemanfaatan teknologi pada era digitalisasi.
Tema ini setidaknya didasarkan kepada fakta bahwa pada triwulan 1 2019, tingkat pengangguran di Arab Saudi mencapai 12,5% dimana tingkat pengangguran perempuan dan laki-laki masing-masing adalah 31,7% dan 6,6%. Namun demikian, tingkat partisipasi perempuan terus meningkat, mencapai 20,5% pada triwulan 1 2019, seiring dengan reformasi ekonomi dan sosial yang sedang dilaksanakan pemerintah Arab Saudi.
Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Arab Saudi diperkirakan mencapai 1,9% setelah tahun sebelumnya diperkirakan hanya mencapai 0.2%. Reformasi yang sedang dijalankan pemerintah Arab Saudi memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi Arab Saudi.
Pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 dipimpin oleh Menteri Keuangan Arab Saudi, Mohammed Al-Jadaan, dan dihadiri oleh para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G-20, World Bank dan IMF dan Lembaga International lainnya serta negara undangan. Delegasi RI dalam pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia.
Tidak hanya corona, perekonomian global juga dibayangi oleh sejumlah risiko (downside risk) mencakup ketegangan geopolitik dan perdagangan, serta ketidakpastian kebijakan. Sementara penyebaran virus Corona diyakini akan mempunyai dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan dengan ketegangan perdagangan global karena dampak virus Corona menghantam berbagai lini ekonomi, baik dari sisi industri, perdagangan, investasi dan pariwisata.
“Negara-negara G20 berkomitmen untuk menggunakan semua instrumen kebijakan guna mencapai pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif, serta tahan terhadap downsize risk," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani lewat keterangan tertulis, Senin (24/2/2020).
Sambung dia menerangkan, negara G20 juga menyampaikan simpati kepada masyarakat dan negara yang terdampak virus Corona, khususnya China dan menyepakati perlunya komitmen global untuk mengatasi dampak virus Corona. Baik dalam pencegahan penyebarannya maupun munculnya virus serupa di masa depan.
Sebagai informasi, Presidensi G20 Arab Saudi tahun 2020 mengangkat tema Mewujudkan Kesempatan pada Abad ke-21 (Realizing the Opportunities of the 21st Century). Substansi dari tema ini adalah mengedepankan inklusivitas dan memberikan kesempatan lebih luas kepada kaum muda, perempuan dan pengusaha kecil serta pemanfaatan teknologi pada era digitalisasi.
Tema ini setidaknya didasarkan kepada fakta bahwa pada triwulan 1 2019, tingkat pengangguran di Arab Saudi mencapai 12,5% dimana tingkat pengangguran perempuan dan laki-laki masing-masing adalah 31,7% dan 6,6%. Namun demikian, tingkat partisipasi perempuan terus meningkat, mencapai 20,5% pada triwulan 1 2019, seiring dengan reformasi ekonomi dan sosial yang sedang dilaksanakan pemerintah Arab Saudi.
Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Arab Saudi diperkirakan mencapai 1,9% setelah tahun sebelumnya diperkirakan hanya mencapai 0.2%. Reformasi yang sedang dijalankan pemerintah Arab Saudi memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi Arab Saudi.
Pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 dipimpin oleh Menteri Keuangan Arab Saudi, Mohammed Al-Jadaan, dan dihadiri oleh para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G-20, World Bank dan IMF dan Lembaga International lainnya serta negara undangan. Delegasi RI dalam pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia.
(akr)
Lihat Juga :