alexametrics

IHSG Diprediksi Masih Terkoreksi, Cermati 6 Saham Ini

loading...
A+ A-
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi masih terkoreksi. Sesi perdagangan Senin, IHSG ditutup melanjutkan pelemahan, dengan jatuh 75,21 poin atau 1,28% atau 75,21 poin ke posisi 5.807,05.

Analis saham dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD, Stochastic dan RSI menunjukkan sinyal negatif.

"Di sisi lain, terlihat pola three outside down candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke support terdekat," ujar Nafan Aji di Jakarta, Selasa (25/2/2020).



Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:

1. ADRO
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada level 1270-1290, dengan target harga secara bertahap di level 1370, 1470, 1700 dan 1930. Support: 1240.

2. BBTN
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area 1800-1820, dengan target harga secara bertahap di level 1840, 1885, 1990 dan 2100. Support: 1780.

3. BMRI
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 7600-7800, dengan target harga secara bertahap di level 8000, 8325 dan 8650. Support: 7350.

4. BNGA
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan kedepan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area 800-825, dengan target harga secara bertahap di level 870, 910, 935 dan 1055. Support: 765.

5. CPIN
Pergerakan harga saham telah menguji garis beberapa garis MA 10, 20 dan 120 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 6300-6500, dengan target harga secara bertahap di level 6775, 7200 dan 7450. Support: 6100.

6. JPFA

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 1480-1525, dengan target harga secara bertahap di level 1560, 1600, 1655, 1780 dan 1910. Support: 1460 dan 1400.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top