alexametrics

Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas Melalui Branding Produk Lokal

loading...
Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas Melalui Branding Produk Lokal
Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas Melalui Branding Produk Lokal
A+ A-
SLEMAN - Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, mendorong koperasi dan UMKM untuk bisa naik kelas dimana produk yang dihasilkan harus lebih kompetitif. Branding produk lokal harus mampu meningkatkan daya saing dari kompetitor.

"Kita terus berupaya mengembangkan UMKM agar bisa naik kelas, koperasi juga. Salah satunya dengan branding produk lokal,” jelas Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam Pembukaan 'Kolaborasi untuk #KoperasiKeren dan #UMKMNaikKelas' di Grand Tjokro Hotel, Yogyakarta, Senin (24/2).



Salah satu kata kunci, adalah meningkatkan kualitas SDM. Mereka sangat diperlukan agar mampu mentransfer pengetahuan dan mendorong makin banyak UMKM yang memiliki brand-brand lokal. Produk lokal ini, sebenarnya banyak dimintai investor.

Sehingga ketika mereka mampu naik kelas, mereka bisa berkoordinasi dengan investor. Pemerintah sendiri bertugas untuk memoderasi dan mencarikan investor. "Daya saing produk lokal harus meningkat, harus berani dengan produk import,” jelasnya.

Presiden telah meminta agar masalah pembangun SDM harus dilakukan agar menghasilkan SDM yang tangguh, unggul, berkualitas akan meningkatkan daya saing, dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berperadaban tinggi dan menjadi negara maju

Sudah ada tiga Strategi Nasional (STRANAS) Pengembangan Koperasi dan UMKM, melalui 3 pilar. Yaitu Peningkatan Kapasitas Usaha, Mendorong Lembaga Keuangan Ramah Bagi KUMKM serta meningkatkan Koordinasi Lintas Sektor Untuk Mendukung Ekosistem KUMKM. Tiga pilar ini sudah dijabarkan dalam Perluasan Akses Pasar, Meningkatkan Daya Saing, Pengembangan Kewirausahaan, Akselerasi Pembiayaan dan Investasi, Kemudahan dan Kesempatan Berusaha, dan Koordinasi Lintas Sektor.



“Kita juga melakukan Akselerasi Pembiayaan dan Investasi dengan Memperkuat Soft Infrastuktur Pembiayaan, dan Pembiayaan Non Bank. Termasuk memeberikan kemudahan dan kesempatan berusaha dengan Penyederhanaan Perijinan Usaha dan Standarisasi Produk, kebijakan yang pihak dan Proteksi, akan dilakukan Pembentukan pusat Bantuan Hukum, serta mendorong Kemitraan UMKM dengan Usaha Besar,”jelasnya.

Kementerian Koperasi dan UMKM juga akan meningkatkan Koordinasi Lintas Sektor dengan program One Gate Policy dan mengajak Peningkatan Peran Pemerintah Daerah. Pelatihan di Yogyakarta ini, merupakan salah satu upaya untuk mendukung pariwisata super prioritas, penyangga Candi Borobudur. Saat ini wirausaha yang ada baru sebesar 3,47% dari jumlah penduduk, tahun 2021 ditargetkan 3,64% dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di negara maju yang mencapai 14%.

Deputi Bidang SDM, Arif Rahman Hakim mengatakan target wirausaha yang mendapatkan pelatihan tahun 2020 sebanyak 57.700 orang, meningkatkan Rasio Kewirausahaan dari 3,47 menjadi 3,64%. Sedangkan Rasio Wirausaha berbasis peluang menjadi 10,30% yang akan dikerjakan bersama-sama dengan lintas kementerian/lembaga.

“Tahun 2021 akan mempriotaskan pelatihan yang mengarah kepada pemecahan masalah/studi kasus dan mulai dilakukan langkah-langkah revitalisasi Balai Latihan Koperasi (BALATKOP) sebagai UKM Centre sebaga Centre of Excellent pengembangan KUKM di setiap provinsi.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top