Luhut: Starbucks Tertarik Investasi Hijau di Papua

Jum'at, 28 Februari 2020 - 20:19 WIB
Luhut: Starbucks Tertarik...
Luhut: Starbucks Tertarik Investasi Hijau di Papua
A A A
JAKARTA - Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa investasi hijau yang akan diterapkan di Papua menarik para investor asing. Salah satunya adalah perusahaan kedai kopi asal Amerika Serikat (AS), Starbucks.

"Rencananya mereka bentuk kerja sama nanti, Starbucks sudah tanda tangan kemarin. Banyak perusahaan makanan dan minuman yang tertarik," kata Luhut di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Sayangnya, Luhut tidak menyebutkan berapa nilai investasi yang akan ditanamkan Starbucks di Papua. Adapun perusahaan asal AS itu berencana investasi di Papua dan Papua Barat. Investasi tersebut antara lain untuk pengembangan produk-produk lokal seperti kopi dan kakao.

"Jadi jangan lagi potongin hutan, jangan lagi bikin, tadi moratorium kelapa sawit. Jadi kita bikin UKM, yang kerja UKM ke bawah. Tadi Pak Teten (Menteri UKM dan Koperasi) lagi kerjain di sana," ujarnya.

Dia menambahkan konsep investasi hijau dalam tahap awal rencana realisasinya akan menyasar aktivitas investasi pada hasil pertanian dan perikanan di Papua dan Papua Barat yang berpotensi untuk dieksspor, serta sektor ekowisata. Adapun beberapa komoditas yang akan dikembangkan antara lain tanaman kopi, pala, dan kakao.

"Pengusaha akan kita dorong jangan ada lagi penebangan-penebangan hutan. Tapi kita akan membuat pengusaha bersama masyarakat menanam komoditas perkebunan terbaik di wilayahnya yang ramah lingkungan," ujarnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tanam Duit Rp1.923 T...
Tanam Duit Rp1.923 T di Kaltara untuk Industri Hijau, Luhut: Bagian Negosiasi dengan Tesla
Gandeng Australia, Luhut...
Gandeng Australia, Luhut Ingin Garap Industri Hijau
Menko Marves Jajaki...
Menko Marves Jajaki Potensi Investasi antara Indonesia dan Tiongkok
Luhut Sebut Potensi...
Luhut Sebut Potensi Investasi Ekonomi Hijau di Kaltara Tembus Rp1.887 Triliun
Kesulitan Bangun Industri...
Kesulitan Bangun Industri di Kalimantan, Menko Luhut: Bagai Telur dan Ayam
12 Jabatan Penting Luhut...
12 Jabatan Penting Luhut Binsar pandjaitan di Era Jokowi
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
40 menit yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
54 menit yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
1 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
1 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
2 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved