Tanam Duit Rp1.923 T di Kaltara untuk Industri Hijau, Luhut: Bagian Negosiasi dengan Tesla
Rabu, 25 Mei 2022 - 20:16 WIB
loading...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal mega proyek Rp1.923 triliun di Kalimantan Utara (Kaltara) yang merupakan bagian dari negosiasi dengan Tesla. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyakini, bahwa Indonesia bakal memiliki perusahaan lithium baterai nomor 1 atau 2 terbesar di dunia pada tahun 2026 atau 2027. Seperti diketahui hilirisasi menjadi potensi mega proyek investasi Industri hijau yang terletak di Kalimantan Utara (Kaltara) dengan total investasi sebesar USD132 miliar setara Rp1.923 triliun (Kurs Rp14,573 per USD).
"Tentu saja saya yakin karena kita punya cadangan nikel paling besar, dan kita juga punya hydro power karena orang-orang akan melihat green produk," jelas Menko Luhut dalam Seminar Nasional, Rabu (25/5/2022).
Baca Juga: Jokowi Sudah Ketemu Elon Musk, Luhut Beberkan Kabar Terbaru Investasi Tesla di RI
Luhut juga menjelaskan, bahwa pada tahun 2030, Eropa tidak lagi menerima energi fosil, tetapi hanya menerima green energi. Tentu hal ini menjadi suatu hal yang baik, lantaran Indonesia sangat kaya akan hal tersebut.
"Mereka akan lihat green energy dan kita punya 437 potensi green energi dan semua sedang berproses saat ini," paparnya.
"Tentu saja saya yakin karena kita punya cadangan nikel paling besar, dan kita juga punya hydro power karena orang-orang akan melihat green produk," jelas Menko Luhut dalam Seminar Nasional, Rabu (25/5/2022).
Baca Juga: Jokowi Sudah Ketemu Elon Musk, Luhut Beberkan Kabar Terbaru Investasi Tesla di RI
Luhut juga menjelaskan, bahwa pada tahun 2030, Eropa tidak lagi menerima energi fosil, tetapi hanya menerima green energi. Tentu hal ini menjadi suatu hal yang baik, lantaran Indonesia sangat kaya akan hal tersebut.
"Mereka akan lihat green energy dan kita punya 437 potensi green energi dan semua sedang berproses saat ini," paparnya.
Lihat Juga :