Menteri Edhy Prabowo Bakal Revisi Aturan Budidaya Lobster

Sabtu, 29 Februari 2020 - 13:27 WIB
Menteri Edhy Prabowo...
Menteri Edhy Prabowo Bakal Revisi Aturan Budidaya Lobster
A A A
CANBERRA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendorong bagaimana berbudidaya lobster yang baik, karena menurutnya hal ini sangat menjanjikan dan punya nilai ekonomi tinggi. Di samping itu, Indonesia punya potensi besar karena memiliki benih sekaligus indukan.

Dalam mengembangkan budidaya lobster, lanjut Edhy, perlu sinergi dan komitmen yang kuat antara pemerintah, nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha. Dengan begitu, nilai tambah ekonomi didapat keberlanjutan lobster pun terjaga. Budidaya sendiri memang menjadi sektor yang sedang digarap serius oleh Kementerian Kelautan Perikanan.

Untuk bisa merealisasikan budidaya lobster di Tanah Air, Menteri Edhy akan lebih dulu merevisi Permen KP 56/2016. Draftnya sudah finalisasi tinggal menyampaikan ke Menko Maritim dan Investasi serta Presiden.

"Karena revisi Permen ini muncul atas aspirasi masyarakat. Mulai dari nelayan, ahli lingkungan, pelaku usaha. Mayoritas setuju budidaya. Intinya ada pemanfaatan dan diawasi dengan baik," ujar Edhy saat mengunjungi Universitas Tasmania dalam kunjungan kerjanya di Australia.

Di sana, dia melihat langsung budidaya lobster yang dikembangkan para peniliti universitas yang berdiri sejak tahun 1890 itu. Universitas Tasmania melalui Institut Studi Kelautan dan Antartika (IMAS) berhasil mengembangkan budidaya lobster setelah melewati 20 tahun penelitian.

Proses budidayanya bahkan dari telur ke puerulus (benih) hingga menjadi lobster dewasa. "Ini kemajuan, karena selama ini belum ada yang bisa melakukan budidaya lobster sampai bisa dikembangkan-biakkan. Saya pikir Indonesia harus pelajari ini," ungkapnya.

Hasil budidaya oleh para peneliti IMAS, sambung Edhy, menjadi jawaban bahwa lobster tidak akan punah. "Di sini sudah dijawab langsung oleh ahlinya. Beliau sudah meneliti 20 tahun. Hal lain yang menjadi penting, bagaimana berbudidaya lobster yang baik," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
13 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
54 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved