IHSG Sesi Siang Tergelincir 20,71 Poin Saat Rupiah Kembali Lesu
Kamis, 05 Maret 2020 - 12:52 WIB
IHSG Sesi Siang Tergelincir 20,71 Poin Saat Rupiah Kembali Lesu
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga perdagangan sesi siang, Kamis (5/3/2020) tergelincir ke zona merah setelah sempat memperlihatkan sinyal peningkatan pada sesi sebelumnya. Pelemahan bursa saham dalam negeri mengiringi kurs rupiah yang juga tertekan untuk kembali lesu terhadap dolar AS (USD).
Tercatat IHSG pada sesi I jatuh -20,71 poin atau kehilangan -0,37% menjadi 5.629,43. Sebelumnya pada pembukaan tadi, pasar saham Tanah Air bertengger di posisi 5.713,21 dengan naik 63,070 poin atau 1,116% dibandingkan Rabu (4/3) pada level 5.650,14.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,10 triliun dengan 3,08 miliar saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp611,41 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,32 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,32 triliun. Tercatat 189 saham naik, 210 turun dan 148 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI), PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) serta PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS). Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) dan PT Jaya Bersama Indo Tbk. (DUCK).
Sementara kurs rupiah menurut Yahoo Finance hingga perdagangan sesi I jatuh ke posisi Rp14.177/USD atau tampil loyo dari posisi penutupan sebelumnya Rp14.105/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.165 sampai dengan Rp14.177/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini merosot pada level Rp14.177 per USD untuk jadi sinyal pelemahan dibandingkan sesi penutupan, Rabu kemarin di posisi Rp14.112/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.120-Rp14.181/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan pada zona hijau di level Rp14.168/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah merangkak naik dari posisi sebelumnya Rp14.171/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas juga menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan siang tertekan pada level Rp14.174/USD. Keterpurukan mata uang Garuda setelah sempat membaik sebelumnya berada di Rp14.153/USD.
Tercatat IHSG pada sesi I jatuh -20,71 poin atau kehilangan -0,37% menjadi 5.629,43. Sebelumnya pada pembukaan tadi, pasar saham Tanah Air bertengger di posisi 5.713,21 dengan naik 63,070 poin atau 1,116% dibandingkan Rabu (4/3) pada level 5.650,14.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,10 triliun dengan 3,08 miliar saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp611,41 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,32 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,32 triliun. Tercatat 189 saham naik, 210 turun dan 148 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI), PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) serta PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS). Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) dan PT Jaya Bersama Indo Tbk. (DUCK).
Sementara kurs rupiah menurut Yahoo Finance hingga perdagangan sesi I jatuh ke posisi Rp14.177/USD atau tampil loyo dari posisi penutupan sebelumnya Rp14.105/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.165 sampai dengan Rp14.177/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini merosot pada level Rp14.177 per USD untuk jadi sinyal pelemahan dibandingkan sesi penutupan, Rabu kemarin di posisi Rp14.112/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.120-Rp14.181/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan pada zona hijau di level Rp14.168/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah merangkak naik dari posisi sebelumnya Rp14.171/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas juga menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan siang tertekan pada level Rp14.174/USD. Keterpurukan mata uang Garuda setelah sempat membaik sebelumnya berada di Rp14.153/USD.
(akr)
Lihat Juga :