Sri Mulyani Akui Daya Saing Indonesia Masih Lemah

Kamis, 05 Maret 2020 - 17:20 WIB
Sri Mulyani Akui Daya...
Sri Mulyani Akui Daya Saing Indonesia Masih Lemah
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengakui daya saing masih perlu digenjot untuk meningkatkan ekonomi. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, daya saing Indonesia masih lemah dibandingkan negara lainnya, termasuk di kawasan ASEAN.

Sri Mulyani mengatakan, hal ini dikarenakan masih belum selesainya kebijakan untuk menghilangkan hambatan yang bisa membuat daya saing Indonesia semakin maju.

"Kalau kita lihat indeks competitivenes kita ini lemah dimana dari daya sisi produksi masih lemah karena masih adanya kemiskinan," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Sri Mulyani pun mengungkapkan hambatan yang perlu diselesaikan dalam meningkatkan daya saing produksi, yakni memperbaki distribusi logistik serta menurunkan pengangguran di Indonesia.

"Kita memberikan prioritas yang mana apa yang disebut kemajuan dan pemerataan, serta pengangguran yang menurun dan indeks pembangunan manusia kita terus perbaki guna meningkatakan fundamental ekonomi," tegasnya.

Dia menambahkan, pemerintah juga terus menjaga fundamental ekonomi. Salah satunya melakukan intervensi pada ekonomi dalam menghadapi dampak virus corona atau covid-19. "Kita juga ingin punya space dan likuidtas yang longgar dalam meningkatkan ekonomi Indonesia," tambahnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Bilang Pandemi...
Sri Mulyani Bilang Pandemi Harus Ditumbangkan
Menkeu Berharap Label...
Menkeu Berharap Label Halal Tidak Bebani Industri Syariah
Sri Mulyani Akui di...
Sri Mulyani Akui di ASEAN RI Kalah Saing Soal Biaya Logistik
Sri Mulyani Pede RI...
Sri Mulyani Pede RI Bisa Cetak 500 Ribu Eksportir Handal di 2030
Dongkrak Daya Saing,...
Dongkrak Daya Saing, Tarif Baru Ekspor Kelapa Sawit Berlaku 2 Juli
UMKM Bangkit, Kembangkan...
UMKM Bangkit, Kembangkan UMKM Sepatu-Sandal Lewat Medsos
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
23 menit yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
44 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
1 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
1 jam yang lalu
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
2 jam yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved