Bank Mega Optimistis Naik Kelas Jadi BUKU 4 pada 2025

Kamis, 05 Maret 2020 - 23:59 WIB
Bank Mega Optimistis...
Bank Mega Optimistis Naik Kelas Jadi BUKU 4 pada 2025
A A A
JAKARTA - PT Bank Mega Tbk menargetkan bisa menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) 4 dengan modal inti minimum Rp30 triliun di tahun 2025. Namun hingga akhir 2019 lalu, modal inti perseroan masih tercatat sebesar Rp14,68 triliun dan masih butuh lebih dari Rp15 triliun untuk mencapai BUKU 4.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan pihaknya optimistis target tersebut dapat dilakukan secara organik. Saat ini modal inti perseroan sekitar Rp15 triliun, dan hingga akhir tahun ini diharapkan bisa mencapai Rp16 triliun. Sehingga masih butuh Rp14 triliun untuk jadi BUKU 4.

"Dari kalkulasi kami, akumulasi profit selama lima tahun ke depan bisa memenuhi kebutuhan Rp14 triliun tersebut,” kata Kostaman di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Dia menjelaskan nantinya perseroan akan memperbesar dalam penahanan laba demi mengumpulkan modal. Namun, perseroan berjanji tetap mengalokasikan setidaknya 50% dari laba sebagai dividen untuk dibagikan kepada pemegang saham.

“Kami tidak ada rencana aksi korporasi, target menjadi BUKU 4 akan dilakukan secara organik. Namun tetap ada alokasi sekitar 50% laba untuk dividen. Kalau nantinya masih kurang, CT Corp sudah berkomitmen menyuntikkan modal,” jelasnya.

Selain itu untuk tahun 2025 dia juga mengaku menargetkan akan menghimpun aset hingga Rp250 triliun dengan return of asset (RoA) hingga 4%.

Sepanjang 2019 performa perseroan positif dengan laba bersih tumbuh signifikan dari Rp1,59 triliun pada 2018 menjadi Rp2 triliun akhir tahun 2019. Ini berarti terdapat pertumbuhan 25,78% (yoy).

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh strategi penyaluran kredit perseroan. Tahun lalu perseroan tercatat berhasil menyalurkan kredit Rp53,01 triliun dengan pertumbuhan 25,47% (yoy).

Mayoritas dari seluruh segmen kredit yang disasar mencatat pertumbuhan. Segmen korporasi menyumbang Rp23,19 triliun yang tumbuh 51,27% (yoy). Kemudian untuk joint financing tumbuh 14,37% (yoy) senilai Rp15,36 triliun.

Pada segmen kredit ritel dan komersial tumbuh 14,06% (yoy) senilai Rp6,65 triliun. Untuk segmen bisnis kartu kredit yang tercatat tumbuh moderat sebesar 2,23% (yoy) dari Rp 7,71 triliun pada 2018 menjadi Rp7,88 triliun di akhir tahun lalu.

Pertumbuhan kredit juga mendorong aset perseroan dengan pertumbuhan 20,48% (yoy) menjadi Rp100,80 triliun. Ini pertama kalinya perseroan berhasil menghimpun aset lebih dari Rp100 triliun.

Sementara RoA perseroan tahun lalu tercatat sebesar 2,9%. Lebih tinggi dibandingkan kompetitornya di kelas BUKU 3 sebesar 1,7%, bahkan di berada di atas RoA industri sebesar 2,5%.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Naik 32%, Bank Mega...
Naik 32%, Bank Mega Catat Laba Bersih Rp1,56 Triliun
Genjot Dana Murah, Bank...
Genjot Dana Murah, Bank Mega Gelar Tabungan Berhadiah
Laba Bersih Bank Mega...
Laba Bersih Bank Mega Melesat 50% Ditengah Pandemi
Perkuat Ekosistem Digital...
Perkuat Ekosistem Digital Pintro Gandeng Bank Mega Syariah
18 Bank Bangkrut Tahun...
18 Bank Bangkrut Tahun ini!, Melampaui Angka Bank Jatuh Setiap Tahun
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
3 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
4 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
5 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
5 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
5 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved